Rabu, 28 Oktober 2015

Uang Pembawa Berkah

Di pagi yang cerah, Rasulullah keluar rumah dengan senyumnya yang ramah dan menebarkan berkah.
Beliau bermaksud jalan-jalan berkeliling pasar.
Ditangannya membawa uang sebanyak delapan dirham.
Beberapa orang yang dilaluinya menyapa Rasulullah. “Ya Rasulullah, akan pergi kemanakah Tuan sepagi ini?”

“Aku hanya ingin berjalan-jalan menghirup udara pagi,” jawab Rasulullah seraya tersenyum.

Diperjalanan, beliau bertemu dengan seorang perempuan yang sedang menangis dipinggir jalan.

“Mengapa kau menangis?” tanya Rasulullah. Sambil tesedu-sedu, ia menceritakan apa yang menimpanya.

“Aku disuruh keluargaku ke pasar untuk membeli beberapa keperluan. Aku diberi uang dua dirham. Tapi …, sekarang uang itu hilang entah kemana…,” kata perempuan itu. Tangisnya mesih belum terhenti.

“Aku tidak bisa mendapatkan kembali uang itu. Aku hanyalah seorang hamba sahaya…,” katanya diantara isak tangis.
Rasulullah merasa iba melihatnya.
Lalu memberikan uangnya sebanyak dua dirham. “ Terimalah uang ini. Aku mengganti uang dua dirhammu yang hilang itu,” kata Rasul. Betapa gembira hati perempuan itu.

“Terimakasih ya Rasulullah! Dengan uang ini, aku bisa belanja keperluan,” sahutnya seraya menyusut air matanya.
Rasulullah tersenyum. Beliaupun meninggalkan perempuan itu dan meneruskan perjalanannya.

Di pasar, orang-orang sibuk menawarkan barang dagangannya.
Rasulullah mendatangi barang-barang yang mereka tawarkan dengan wajah berseri.
Lalu, sepasang matanya tertumpu pada baju gamis berwarna putih yang ditawarkan seorang pedagang.
Rupanya hati Rasulullah tertarik dengan gamis itu dan bermaksud membelinya. Setelah keduanya sepakat dengan baju gamis itu, Rasulullahpun mengeluarkan uang dari sakunya sebanyak empat dirham. Rasulullah langsung memakai baju gamis itu.
Beberapa saat kemudian, Rasulullah berjalan kembali mengelilingi pasar melihat-lihat barang lainnya.
Dari kejauhan, terdengar seorang laki-laki tua berteriak-teriak sambil berjalan terseok-seok. Pakaiannya kumal dan compang-camping sampai auratnya hampir kelihatan.

“Wahai, Pengunjung Pasar…! Aku mohon belas kasihanmu. Aku sudah tak mampu lagi mengganti pakaianku yang robek-robek ini. Pakaianku ini sudah tidak mempu lagi menahan rasa dingin….” kata orang tua itu meratap.
Pengunjung pasar maupun pedagang tak ada yang mau menghiraukannya. Hanya menoleh sebentar, lalu menyibukkan diri dengan urusannya masing-masing.

“Kasihanilah aku…, si Miskin ini ingin menutupi auratnya… Barang siapa yang memberiku pakaian niscaya Allah akan melebihkannya dengan memberi pakaian dari surga,” suaranya memelas.
Tapi, tak seorang pun di pasar itu yang menaruh iba padanya. Rasulullah yang mendengar ratapan laki-laki itu segera mendekat ke arahnya.

“Hai Orang Tua! Aku akan memberimu pakaian untuk menutup auratmu,” kata Rasulullah.
Tanpa pikir panjang lagi, Rasulullah melepaskan gamis yang baru dibelinya.

“Ambillah! Pakailah segera baju ini,” kata Rasulullah lagi. Orang tua miskin itu lalu memakai gamis pemberian Rasulullah.

“Ya Rasulullah! Sungguh engkau telah bermurah hati padaku. Allah pasti melimpahkan rahmat-Nya…,” sahut orang tua itu sambil berlalu meninggalkan Rasulullah.

Sesaat kemudian, Rasulullah masuk kembali ke dalam pasar mencari pedagang gamis tadi. Rasulullah membeli baju gamis yang lainnya seharga dua dirham. Si pedagang sangat heran karenanya.

“Ya Rasulullah, engkau sudah membeli baju gamis seharga empat dirham, kenapa sekarang membeli lagi gamis lainnya seharga dua dirham?” tanya pedagang sambil menatap Rasulullah.

Rasulullah tersenyum tenang.

“Memang betul, tadi aku sudah membeli gamis darimu. Tapi, dijalan ada orang tua yang lebih membutuhkan baju itu,” tutur Rasulullah.

Hari sudah malam ketika Rasulullah pulang ke rumahnya.
Tiba-tiba, di tengah jalan Rasulullah melihat kembali perempuan yang tadi siang ditolongnya. Perempuan itu menangis di bawah sebuah pohon.
Matanya tampak merah dan bengkak karena terlalu banyak menangis. Rasulullah menyapa perempuan itu.

“Bukankah kau ini perempuan yang tadi kehilangan uang dua dirham?” tanya Rasulullah.

“Benar, ya Rasulullah,” jawabnya sambil terisak.

“Mengapa kau masih disini? Bukankah keluargamu sedang menunggu dirumah? Apalagi yang kau tangisi?” tanya Rasulullah kemudian.

“Sebenarnya, aku sudah terlalu lama pergi ke pasar. Aku takut sekali jika pulang nanti, mereka akan menyiksaku,” kata perempuan itu penuh khawatir.

“Baiklah….kalau kau takut dimarahi, aku akan menghubungi keluargamu,” sahut Rasulullah. Perempuan itu kini merasa tenang hatinya. Rasulullah mengantar perempuan itu sampai ke rumahnya.

“Assalamu’alaikum…,” salam Rasulullah di depan pintu rumah. Salamnya didengarkan oleh penghuni rumah, tapi mereka tidak menjawabnya.
Kemudian, Rasulullah mengulangi ucapan salamnya.

“Assalamu’alaikum…,” ucap Rasulullah. Penghuni rumah tetap tidak menjawab salam Rasulullah. Maka, Rasulullah pun mengucapkan salamnya yang ketiga kali dengan suara agak keras.

“Assalamu’alaikum….,” salam Rasulullah lagi. Mendengar salam Rasul yang agak keras, orang-orang di dalam rumah pun serentak menjawabnya.

“Wassalamu’alaika ya Rasulullah warahmatuhu wabarakatuhu…rupanya engkau, ya Rasulullah,” jawab mereka. Rasulullah dipersilakan masuk dengan penuh hormat.

“Apakah kalian tidak mendengar bahwa aku sudah mengucapkan salam sebanyak tiga kali…?” tanya Rasulullah.

“Benar ya Rasulullah, kami mendengarnya…,” jawab mereka.

“Tapi, kami ingin Tuan memperbanyak salam kepada kami dan anak cucu kami, agar kami semua mendapat berkah dari salammu itu,” lanjutnya.

Lalu, Rasulullah mengutarakan kedatangannya ke rumah itu. Para penghuni rumah sangat bahagia mendapat kunjungan Rasulullah yang amat mulia itu.

“Budakmu ini sudah terlambat pulang. Ia takut apabila kembali, kalian akan menyiksanya,” kata Rasulullah.
Sementara perempuan itu hanya menunduk penuh takut di belakang Rasulullah.
Para penghuni rumah malah tersenyum. Tidak tampak kemarahan dan kekecewaan sedikitpun di wajah mereka. Semua menyambut budak perempuan itu dengan baik.

“Kami sudah memaafkan dia,” katanya. Membuat budak perempuan itu terkesima saking gembiranya.

“Sungguh ya Rasulullah, kami sudah memberimu siksaannya dengan tidak menjawab ucapan salammu yang pertama dan kedua. Kami juga telah memerdekakannya karena ia telah berjalan bersamamu. Sekarang, ia bebas dan merdeka karena Allah semata.”
Bukan main bahagianya budak perempuan itu. Majikannya sudah memerdekakan dirinya berkat Rasulullah yang mulia.

“Alhamdulillah! Sungguh aku telah beruntung dapat berjalan denganmu, ya Rasulullah…,” kata budak perempuan itu.

Sesudah menyelesaikan urusannya, Rasulullah pun berpamitan pada pemilik rumah. Sebelumnya, Rasulullah mengatakan sesuatu di hadapan penghuni rumah.

“Saya belum pernah melihat uang delapan dirham yang lebih berkahnya, kecuali kali ini. Uang itu telah membawa rasa aman kepada yang ketakutan, terpenuhinya orang yang telanjang dengan sebuah pakaian, dan terbebas merdekanya seorang hamba sahaya,” ungkap Rasul penuh syukur kepada Allah.

~ ahmadbinhanbal.wordpress.com ~

Teladan Siti Khadijah Menjadi Inspirasi Wanita Modern

Selain kisah cinta Romeo dan Juliet, bagi umat Islam, kisah cinta yang tidak kalah indah adalah kisah cinta Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah.
Bukan hal yang mudah menjadi pasangan seorang rasul, maka kehadiran Siti Khadijah di tengah perjuangan Nabi Muhammad SAW tentulah spesial.

Dibandingkan kepada istri yang lain, rasa cinta Nabi Muhammad SAW terhadap Siti Khadijah sangat besar.
Saat menikahi Siti Khadijah, Nabi Muhammad tidak melakukan poligami.
Bahkan setelah meninggal, Nabi Muhammad masih sering membicarakan mendiang istrinya.
Sebuah rasa cinta yang teramat besar.

Sebagai wanita, kita bisa belajar banyak dari sosok teladan seorang Siti Khadijah. Inilah beberapa di antaranya:

Menjadi Seorang Janda Terhormat

Di masa kehidupan seorang Siti Khadijah, wanita adalah kaum yang dikucilkan dan tidak ada harganya, apalagi seorang janda.
Siti Khadijah pernah diceraikan suaminya, tetapi beliau justru memiliki takdir sebagai pendamping seorang Rasulullah.
Inilah bukti bahwa tidak selamanya seorang janda itu hina dan boleh dipandang sebelah mata (seperti cap yang diberikan masyarakat hingga saat ini).
Jika sang wanita bisa menghormati diri dan perilakunya, maka status apapun yang disandang, dia pantas menjadi wanita mulia yang suatu saat akan memuliakan seorang pria dan keluarganya.

Mandiri Sebagai Saudagar

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Siti Khadijah adalah seorang wirausaha atau saudagar sukses dan kaya raya.
Tidak banyak wanita yang mandiri di masa itu, apalagi menjadi seorang saudagar sukses.
Inilah bukti bahwa wanita bukan makhluk yang lemah atau bodoh.
Wanita bisa menghargai dirinya sendiri dengan menjemput rezekinya dengan mandiri.
Dengan menjadi saudagar atau wirausaha, maka terbukalah kesempatan dan rezeki yang lebih besar untuk orang lain.

Tidak Menilai Pria Dari Kekayaannya

Sebagai wanita cantik dan kaya, banyak pria kaya yang ingin melamar Siti Khadijah.
Beberapa pelamar itu adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Siti Khadijah.
Tetapi wanita mulia tersebut menolak lamaran yang datang secara halus.
Harta bukanlah satu-satunya penilaian dalam memilih pasangan hidup.

Melamar Terlebih Dahulu

Jika Anda sering membaca kisah cinta Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW, Anda pasti tahu bahwa Siti Khadijah yang terlebih dahulu menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Rasulullah. Melalui sahabatnya, Siti Khadijah menyampaikan keinginan itu.
Hal ini menjadi sebuah jalan bagi wanita untuk tidak malu atau takut mengutarakan keinginan hatinya menikah dengan seorang pria baik, soleh dan berakhlak mulia.
Menikah adalah tujuan yang mulia, jadi tidak perlu malu untuk sebuah tujuan mulia yang suci. Kalaupun lamaran itu tidak diterima, janganlah malu, karena Allah SWT pasti punya jawaban terbaik untuk menjawab jodoh seorang wanita.

Istri Yang Taat Pada Suami

Dibandingkan dengan pria kaya raya yang melamar Siti Khadijah, kekayaan Rasulullah saat menikahi Siti Khadijah tidaklah besar.
Tetapi Siti Khadijah memilih pria dengan akhlak mulia.
Beliau tahu bahwa tugas seorang istri adalah mendampingi suami.
Siti Khadijah juga taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah.
Pilihlah pria yang taat dan memiliki akhlak mulia, juga pria yang rajin dan pantang menyerah menjemput rezeki halal.

Itulah beberapa teladan Siti Khadijah yang bisa menjadi inspirasi wanita modern. Tulisan ini spesial kami hadirkan untuk sahabat Muslimah yang sebentar lagi akan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga bisa menjadi inspirasi yang akan memuliakan Anda.

~ vemale.com ~



Selasa, 28 Oktober 2014

Kisah Mistis Penghulu Jenazah Memakamkan Jin Mati

Berikut ini adalah kisah nyata yang terjadi di kecamatan Garum, Blitar, seorang penghulu mayat atau biasa disebut "modin" yang ikut memakamkan makhluk halus yang meninggal dunia. Cerita mistis ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama yang diposting di koran Jawa Pos terbitan beberapa tahun yang lalu, namun kini saya muat ulang lagi di blog ini dalam bentuk cerita.

Silakan simak baik-baik ceritanya ya, agar anda lebih berhati-hati jika menghadapi tamu di rumah anda pada malam hari. Karena tamu pada malam hari bisa saja berasal dari makhluk manusia, malaikat, jin, maupun syetan dkk. Hiiii ngeriii..!!

"Nama saya maksun, umur saya 55 tahun. Saya sudah lebih dari 30 tahun menjabat sebagai modin di desa saya. Setiap ada orang meninggal dunia saya yang menjadi penghulu jenazah atau yang mengkoordinir prosesi pemakaman mulai dari rumah hingga selesai di pemakaman. Kemudian malamnya saya menjadi imam tahlil di rumah duka selama 7 hari. Saya pernah tanpa sengaja menjadi penghulu jenazah di alam jin.

Pada suatu hari ketika selesai melangsungkan acara prosesi pemakaman seorang warga desa yang meninggal, saya pulang terlalu petang. Maklum hari itu ada orang meninggal dunia terlalu sore sehingga pemakaman selesai ketika hari menjelang gelap.

Saya tiba di rumah sekitar pukul 7 malam jum'at dalam keadaan hujan gerimis. Bersamaan dengan itu tiba-tiba ada sebuah mobil sedan warna putih berhenti di depan rumah saya. Lalu keluar dua orang lelaki dengan menggunakan busana muslim dan memakai topi hitam (kopyah) seperti yang saya kenakan. Mereka berlari kecil menghampiri saya dan mengatakan ingin bertamu di rumah saya karena ada satu keperluan mendadak. Lalu saya mempersilakan mereka masuk ke rumah. Bersama saya, mereka masuk dan langsung duduk di ruang tamu.

Kemudian kedua tamu saya ini memperkenalkan diri bahwa mereka adalah warga dari wilayah lain di kota. Lalu mereka menyampaikan suatu keperluannya kepada saya. Ternyata mereka adalah orang yang juga sedang berduka. Salah satu keluarganya meninggal dunia dan mereka meminta bantuan saya untuk menjadi penghulu jenazah untuk mengantarkannya ke pemakaman malam ini.

Saya merasa keberatan untuk memenuhi permintaannya karena di desa mereka tentunya sudah ada petugas modinnya tersendiri. Selain itu, saya juga baru saja pulang dari mengurus acara prosesi pemakaman warga di desa ini. Lalu saya meminta maaf dan mengatakan kalau saya tidak bisa membantu mereka mengingat malam ini saya juga akan menjadi imam tahlil di desa ini, yaitu dirumah keluarga orang yang baru saja meninggal dunia tadi siang.

Namun dua orang ini memohon kepada saya dan mengatakan bahwa modin di desanya sedang berhalangan sehingga tidak ada orang yang menjadi penghulu jenazah. Sementara acara memandikan jenazah serta mengkafani sudah selesai semua, kuburan juga sudah siap. Mereka mengatakan bahwa keluarga mereka sedang menunggu kedatangan saya malam ini juga.

Mendengar permintaan mereka yang sangat penting dan darurat sekali, maka akhirnya saya bersedia memenuhi permintaannya. Sementara tugas saya menjadi imam tahlil di desa ini saya wakilkan kepada orang lain.

Tanpa mandi maupun cuci muka, saya berangkat bersama dua orang tamu ini menuju ke rumah duka dengan mengendarai mobil sedan mewah warna putih. Rupanya rumah mereka jauh sekali, sampai-sampai perjalanan ini keluar dari wilayah kabupaten Blitar. Kemudian melewati hutan lebat yang cukup jauh, lalu masuk ke sebuah kota yang ramai dan saya belum pernah melihat kota itu.

Setelah berputar-putar di kota yang ramai maka tibalah kami bertiga di rumah duka. Rupanya yang meninggal dunia ini adalah orang kaya, karena rumahnya megah dan ada taman bunga cantik di depan rumahnya.

Dan benar apa yang dikatakan oleh dua tamu saya ini, ternyata sudah banyak orang melayat yang berkumpul di rumah duka. Sementara terdengar suara tangisan para anggota keluarga yang meninggal dunia. Jenazah saya periksa sudah selesai dikafani dan sudah berada di dalam keranda mayat. Semua perlengkapan pemakaman juga sudah disiapkan. Dan mereka benar-benar hanya menunggu kedatangan saya sebagai penghulu jenazah.

Akhirnya langsung saja seperti biasanya, saya menyampaikan pidato mewakili atas nama keluarga yang berduka menyampaikan terima kasih kepada para pelawat yang ikut berbelasungkawa. Setelah selesai, jenazah langsung diberangkatkan malam itu juga dan kami beramai-ramai berjalan menuju ke pemakaman umum di desa itu.

Tidak lama rombongan jenasah tiba di pemakaman umum yang ternyata tidak jauh dari rumah duka. Liang kubur sudah di persiapkan sejak tadi dan keranda jenazah langsung diletakkan disamping liang kubur.

Seperti biasa, saya langsung masuk ke liang kubur untuk mengumandangkan adzan. Dari sini mulai timbul keanehan. Ketika saya mengumandangkan suara adzan, tiba-tiba orang-orang yang melayat terlihat seperti orang kebingungan. Lalu mereka menjauh satu persatu. Semakin kencang suara adzan, mereka semakin menjauh dan pergi. Setelah adzan selesai, tidak ada orang sama sekali. Semua pelayat dan juga keluarga yang berduka pergi entah kemana.

Akhirnya saya bingung bagaimana cara mengangkat mayat ke liang kubur seorang diri, dan lalu menimbunnya dengan tanah. Mana bisa? Sementara menguburkan mayat sampai selesai adalah wajib bagi seorang muslim. Namun tidak masalah biarpun para pelayat pergi semua dan tidak ada seorangpun yang membantu.. Saya bisa menyelesaikannya sendiri pelan-pelan.

Namun ada kejadian aneh yang mencengangkan saya ketika saya mencoba membuka tali keranda mayat. Ternyata keranda mayat yang tadinya diletakkan disamping saya di dekat liang kubur itu hanyalah tumpukan pohon singkong yang diikat dengan tali. Dan tali keranda yang saya buka tersebut ternyata tali rafia yang digunakan untuk mengikat bentelan kayu singkong.

Kemudian saya tengak-tengok ke sekeliling, dan saya melihat ada pohon-pohon singkong sangat banyak dan lebat berdiri di sekeliling saya. Betapa terkejutnya saya. Ternyata saya sedang berada di tengah-tengah ladang singkong sendirian malam hari.

Saya langsung tersadar bahwa ternyata orang yang hendak saya makamkan tadi adalah makhluk halus. Dan orang-orang menjadi pelayat itu ternyata semuanya juga makhluk halus. Rupanya saya telah dikerjai oleh sekelompok makhluk halus. Saya ternyata telah mengumandangkan adzan sendirian di tengah-tengah ladang singkong. Dan ketika saya berpidato di depan rumah duka tadi ternyata saya hanya berpidato kepada pohon singkong.

Seketika itu bulu kuduk saya berdiri tegak. Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung kabur ambil langkah seribu sekencangnya agar bisa keluar dari kebun singkong sialan itu.

Akhirnya dengan terjatuh-jatuh dan menabrak-nabrak semak belukar, saya berhasil keluar dari ladang singkong dan tiba di sebuah kampung. Ternyata kampung itu adalah tetangga desa saya. Dan ketika saya naik mobil sedan putih tadi ternyata saya hanya berjalan kaki saja ke desa sebelah. Untungnya kini malam sudah larut tengah malam, sehingga tidak ada seorangpun yang melihat saya kesasar di kebun singkong malam-malam sendirian.

Secepatnya saya pulang menuju rumah. Sesampai dirumah saya terbengong dan tak habis pikir, seakan saya tidak percaya kalau saya baru saja menghadiri acara pemakaman orang mati di alam jin. Lalu mengapa para jin itu mengerjai saya? Sudah tahu ada orang capek-capek pulang kemalaman dari acara pemakaman, masih dikerjai lagi oleh makhluk jin. Dasar hantu kurang ajar!

Besoknya saya langsung pergi ke kantor desa dan meminta pengunduran diri sebagai modin."

Pesan admin:
Makanya kalo pulang dari mengikuti acara pemakaman di kuburan atau tempat angker, jangan lupa mandi, atau setidaknya cuci muka dan cuci kaki agar tidak diikuti oleh makhluk halus yang suka usil. Bukan hanya manusia saja yang suka iseng, jin juga suka iseng. Jangan lupa berdoa jika kita sedang berada dimana saja dan kapan saja.  ^_^

Sumber: juragancipir.com

Senin, 13 Oktober 2014

5 wasiat dari Allah S.W.T. kepada Rasulullah S.A.W

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya : 
  1. Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia karena sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau. 
  2. Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku. 
  3. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga. 
  4. Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka. 
  5. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail. 
Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T. Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu : 
  1. Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesadaran hatinya. 
  2. Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata hikmah darinya. 
  3. Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya. 
  4. Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya. 
  5. Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya. 
  6. Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya
  7. Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya."
Sumber: hidayah02.blogspot.com

Senin, 23 Juni 2014

Kami Berikan Mata Ini Agar Engkau Bisa Melihat Indahnya Dunia, Nak

Salah satu kasih sayang yang paling murni dan mulia di dunia ini adalah kasih sayang orang tua. Apapun mereka lakukan demi membahagiakan kehidupan anak-anak yang menjadi harapan di masa depan.

Kita patut mengacungkan jempol untuk pengorbanan orang tua yang satu ini. Meski terbilang sebagai orang tua yang masih muda, Yus Nurlina Mohd Yusuf dan Khairul Syafiq Azmi dengan ikhlas merelakan masing-masing satu matanya demi sang anak.

Yus Nurlina masih 25 tahun dan Khairul 27 tahun dilansir dari Stomp.. Merelakan satu mata mereka demi anaknya mungkin akan memberatkan mereka di masa depan, tapi mereka yakin bahwa ini adalah hal yang perlu mereka lakukan demi Khairil Mikhail, anaknya yang hampir 1,5 tahun. "Suami saya dan saya tidak keberatan kalau harus kehilangan satu penglihatan kami. Yang penting anak kami punya masa depan yang cemerlang.

Meski ia akan menerima donor mata dari kedua orang tuanya, menurut Yus Nurlina, Khairil masih akan menjalani banyak perawatan setiap minggu. "Anakku harus kontrol untuk perawatan mata di rumah sakit Tuanku Jaafar, ke Rumah sakit Malacca untuk merawat kejangnya dan ke RUmah Sakit kuala Lumpur untuk masalah pertumbuhannya," kata Yus Nurlina.

Khairil memang mengalami masalah kesehatan sejak hari ke 25 kelahirannya. Diduga akibat ada bakteri pada paru-paru Khairil dan setelah itu makin banyak masalah kesehatan yang ditemukan pada bayi mungil ini. Meski dalam kondisi yang berat, kedua orang tua muda ini bersyukur karena masih ada orang baik yang memberikan donasi pada mereka.

Sosok yang misterius itu memberi bantuan dana sehingga mereka bisa membeli mobil bekas. Rencananya mobil tersebut dipakai saat membawa anaknya dari rumah sakit satu ke yang lainnya.

Setelah ini, dunia akan sedikit gelap bagi keluarga kecil ini. Meski mereka hanya bisa meraba-raba masa depan, tapi Tuhan tidak akan meninggalkan mereka dalam kesulitan. Semoga cobaan ini bisa membawa keluarga kecil Yus Nurlina dan Khairul pada kebaikan.

Sumber: vemale.com

Sabtu, 14 Juni 2014

Kisah Azazil | Azazil Ketua Malaikat | Azazil Diusir Dari Syurga

Ramai yang beranggapan, Azazil ataupun Azazel ialah makhluk ciptaan Allah yang sejenis dengan Malaikat. Namun sebenar-benarnya Azazil bukanlah malaikat, ia adalah iblis yang asalnya dari golongan jin yang kuat beribadat. Azazil Ketua Malaikat. Berikut ialah Kisah Azazil Diusir dari Syurga kerana sikap takbur.

Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; lalu mereka sujud melainkan iblis; dia adalah berasal dari golongan jin…
Al-Kahf [50]

Iblis pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah jin yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah swt selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi ketua malaikat ataupun imam kepada para malaikat. Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, kerana dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat.

Azazil adalah imam kepada kepada seluruh malaikat. Ibadahnya kepada Allah banyak. Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80,000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadrat Allah.

Dalam satu riwayat menceritakan, akan malaikat Israfil melihat yang tersurat di Loh Mahfuz ada tercatat satu suratan berkenaan :
“Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80,000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat”
[ Lagi Info: Awal Penciptaan (II) | Lauh Mahfuzh ]
[ Lagi Kisah: Awal Penciptaan (I) | Qalam | Arasy | Lauh Mahfuzh ]

Maka menangislah Israfil kerana bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz. Maka menangislah sekelian malaikat kerana takut dan bimbang nasib mereka. Lalu kesemua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam kepada para malaikat, agar Azazil akan mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat. Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa :
“Ya Allah, Janganlah ENGKAU murka terhadap mereka (para malaikat)”
Malangnya, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya.
Selepas mendoakan kesemua para malaikat, Azazil terus menuju ke syurga. Di atas pintu syurga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan :

“Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat”

Selain doanya yang mustajab, Azazil juga dikenali juga sebagai Sayidul Malaikat alias penghulu para malaikat dan  Khazinul Jannah (bendaharawan surga). Semua lapis langit dan para penghuninya, menjuluki Azazil dengan sebutan penuh kemuliaan meski berbeda-beda.

  • Pada langit lapis pertama , ia  berjuluk Aabid, ahli ibadah yang mengabdi luar biasa kepada Allah
  • Di langit lapis kedua,  julukan pada Azazil adalah Raki atau ahli ruku kepada Allah,
  • Di langit lapis ke tiga, ia berjuluk Saajid atau ahli sujud,
  • Di langit ke empat ia dijuluki Khaasyi karena selalu  merendah dan takluk kepada Allah,
  • Di langit lapis kelima menyebut Azazil sebagai Qaanit Karena ketaatannya kepada Allah,
  • Di langit keenam Gelar Mujtahid, karena ia bersungguh-sungguh ketika beribadah kepada Allah.
  • Pada langit ketujuh, ia dipanggil Zaahid, karena sederhana dalam menggunakan sarana hidup.

Selama 120 ribu tahun, Azazil, si penghulu para malaikat menyandang semua gelar kehormatan dan kemuliaan, hingga tibalah ketika para malaikat melakukan musyawarah besar atas undangan Allah.  Ketika itu, Allah, Zat pemilik kemutlakan dan semua niat, mengutarakan maksud untuk menciptakan pemimpin di bumi.
"Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi."
Al Baqarah : 30

Semua malaikat hampir serentak menjawab mendengar kehendak Allah.
"Ya Allah, mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi, yang hanya akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau."
Al Baqarah : 30

Allah menjawab kekhawatiran para malaikat dan meyakinkan bahwa,
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Al Baqarah : 30

Lalu Allah Menciptakan Adam a.s., dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam a.s. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, kerana dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.

Bukan sahaja dia enggan sujud, malah sombong dan menjawab kepada Allah :-
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujudlah melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)?
Israa [61]

Keengganan sujud ini berpunca dari hasad dengki iblis@Azazil, yang irihati apabila Allah hendak melantik nabi Adam sebagai khalifah di bumi kerana ia dijadikan dari api sedangkan manusia dijadikan dari tanah yang busuk dan melekat. Ia derhaka kepada Allah, takabbur dan lupa daratan.

Maka terhalaulah Azazil dari syurga. Namanya diubah kepada Iblis. Apabila Iblis diturunkan ke bumi, dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya.
Dia berkata lagi:
Khabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempoh kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan zuriat keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya)
Israa [62]

Allah berfirman (kepada iblis): 
Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup.
Israa [63]
 
Sebagai penghulu para malaikat dengan semua gelaran dan sebutan kemuliaan, Azazil merasa tidak layak bersujud pada makhluk lain termasuk Adam karena merasa penciptaan dan statusnya  yang lebih baik. Allah melihat tingkah dan sikap Azazil, lalu bertanya serta memberi gelar baru baginya Iblis.
"Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Kuciptakan  dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri (takabur) ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"  
Mendengar pernyataan Allah, bukan permintaan ampun yang keluar dari Azazil, sebaliknya  ia malah  menantang dan berkata,
"Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah."
Mendengar jawaban Azazil yang sombong, Allah berfirman.
"Keluarlah kamu dari surga. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang diusir".
Azazil alias Iblis, sejak itu tak lagi berhak menghuni surga. Kesombongan dirinya, yang merasa lebih baik, lebih mulia dan sebagainya dibanding makhluk lain telah menyebabkannya menjadi penentang Allah yang paling nyata. Padahal Allah sungguh tak menyukai orang-orang yang sombong.
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Bibit kesombongan dari Azazil sejatinya sudah bersemai sejak Israfil dan  para malaikat mendatanginya agar mendoakan mereka kepada Allah. Waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil, Azazil berkata,
"Ya Allah! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintah-Mu, sungguh aku ikut mengutuknya."
Azazil lupa, dirinya adalah juga hamba Allah dan tak menyedari bahwa kata "hamba" yang tertera pada tulisan di pintu syurga, juga boleh menimpa kepada sesiapa saja, termasuk dirinya. Lalu, demi mendengar ketetapan Allah, Iblis bertambah nekat seraya meminta kepada Allah agar diberi dispensasi. Katanya,
"Ya Allah, beri tangguhlah aku sampai mereka ditangguhkan."
Allah bermurah hati, dan   Iblis mendapat apa yang dia minta yaitu masa hidup panjang selama manusia masih hidup di permukaan bumi sebagai khalifah.  Dasar Iblis, Allah yang maha pemurah, masih juga ditawar.  Ia lantas bersumpah akan menyesatkan Adam dan anak cucunya, seluruhnya, Kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.
" Maka kata Allah, "Yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jenis dari golongan kamu dan  orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."

والله أعلمُ بالـصـواب
Wallahu’alam bissawab 
dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya
and Allah knows the right 
Sumber: pseudosupra.blogspot.com

Jumat, 13 Juni 2014

Cerita Mini – Kisah Lama dalam Dirimu

“Kapan kau punya waktu? Bagaimana kalau sore ini sepulang sekolah?” Dia hanya diam. 

Sepulang sekolah ia berjalan ke halaman belakang, dan aku mengikutinya. 
            “Kemarilah aku tahu kau membuntutiku.”
Dia memalingkan wajahnya ke arahku, jantungku berdegup tak karuan, aku sulit memulai kata-kata. 
Tanganku berkeringat hebat.
            “Aku ingin…kau katakan perasaanmu sekarang. Apa yang kau rasakan tentang hatimu padaku?”
            “Lebih baik kita hanya berteman.”
            “Apa? Tapi kemarin kau berkata, aku punya mata dimana-mana untuk mengawasimu di sepanjang jalan yang kau lalui, aku ada di situ. Dalam hatimu. Lalu sekarang?”
            “Aku melakukannya karena aku kasihan padamu, Sya.”
            “Sesya? Kenapa kamu masih menyebut namaku dengan cara seperti itu? Dan melakukan pengakuan seperti ini di depanku?”
            “Ini kan mau kamu. Kamu harus tahu aku hanya kasihan denganmu. Cukup, tidak ada yang perlu aku jawab lagi.”
Rendra berlalu meninggalkanku sendirian di tengah halaman belakang. Hujan turun berderai-derai, aku berlari menembus hujan dan menahan perasaanku.
Sumber: pradita3.blogspot.com

Senin, 19 Mei 2014

Kisah Inspirasi Untuk Tidak Mudah Menyerah

Ada seekor keledai tua. Suatu hari secara tak sengaja ia terjatuh dalam sebuah sumur milik seorang petani. Sang petani rupanya menyadari bahwa tidak akan ada gunanya untuk menyelamatkan keledai tua tersebut. Ia pun akhirnya memutuskan untuk mengubur keledai tua tersebut dalam sumur.

Sang petani pun memanggil tetangganya dan bersama-sama mereka mulai mengubur keledai tersebut. Mereka menyekop tanah dan memasukkannya dalam sumur. Keledai tua tersebut pada awalnya ketakutan. Namun satu ide akhirnya datang dan menghampirinya. Setiap ada satu sekop yang mendarat di punggungnya ia akan mengibaskannya dan melangkah.

Ia terus melakukannya walaupun tubuhnya menjadi semakin lelah dan payah. Ia tetap berjuang untuk bertahan hidup. Lama kelamaan tanahnya semakin bertumpuk dan si keledai berhasil memanjat keluar sumur. Ia selamat dan berhasil bertahan hidup.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah jangan mudah menyerah. Si keledai berusaha untuk menghadapi kesulitan dengan berpikir positif dan tidak menyerah. Ia pun bisa menang. Apa yang tampak akan mengubur dan membunuhnya ternyata malah menyelamatkan jiwanya. Semua tergantung dari kepercayaan diri dan juga tekad pantang menyerah yang dimiliki oleh keledai tersebut. Don't give up and keep fighting ya Ladies.

Sumber: vemale.com

Ketegaran Seorang Wanita

Ketegaran dan ketabahan terpancar dari langkah kakinya di pasir berdebu nan panas. Pakaiannya kotor oleh pasir dan cipratan darah di gurun itu. Matanya meneteskan butiran air yang hangat dan dibiarkannya hal itu. Langkah kakinya berjalan dengan pelan pelan dan sangat hati hati karena puluhan jasad tak bernyawa kini telah mengelilinginya. Tiba kini sudut matanya menangkap sesosok jasad tergeletak. Jasad itu bertubuh besar dan tubuhnya dipenuhi dengan luka yang tak wajar. Hidungnya terpotong, telinganya hilang dan dadanya terkoyak dengan sayatan lebar dengan jantung sudah hilang dari tangkainya. Innalillahi wainnailaihi ra’jiun. Jenazah yang syahid itu adalah Paman Rasulullah Hamzah bin Abdul Muttalib. Dan wanita yang kini ada disampingnya adalah saudaranya, Shafiyah binti Abdul Muttalib r.a

Shafiyah binti Abdul Muttalib, ibu sahabat Zubair bin Awaam, beliau menikah pertama kali dengan Al Haarits bin Harb, lalu ditinggal mati dan menikah lagi dengan Al ‘Awam dan melahirkan Zubair. Beliau masuk islam dan ikut berhijrah. Beliau wafat tahun 20 H di Madinah dan dimakamkan di Baqi’

Kembali ke medan Uhud….Hamzah r.a telah syahid di medan Uhud akibat tombak seorang budak bernama Wahsyi. Dia di bunuh dengan cara yang licik.

Shafiyah mendengar berita kematian saudaranya ini. Maka dia pun datang ke medan pertempuran mencarinya. Rasul SAW melihat dan mengetahui bahwa bibinya akan menghadapi situasi yang sulit bila melihat Hamzah dalam keadaan itu. Maka beliau berkata kepada puteranya, Zubair bin Awwam:”Datangi ibumu dan suruh agar dia kembali supaya tidak menyaksikan keadaan saudaranya itu.” Kemudian Zubair pergi dan berkata kepadanya dengan suara tenang namun sedih :”Wahai, Ibuku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyuruhmu kembali.”

Shafiyah menjawab dengan penuh sabar “Mengapa aku harus kembali? Aku telah mendengar bahwa saudaraku itu telah dibunuh dengan cara yang keji dan hal itu demi Allah. Maka kami ridho atas kejadian itu dan aku akan bersabar dengan baik dan akan mengharap pahala, insyaAllah.” Zubair kembali menghadap Rasulullah SAW tentang kesabaran dan ketabahan yang ditunjukkan Shafiyah, dan dia sampaikan perkataan ibunya itu kepada Nabi SAW. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya :”Biarkan dia pergi.”

Shafiyah bersikap tabah dan teguh. Dia memandang Hamzah r.a Singa Allah dengan pandangan perpisahan seraya berkata :”Semoga Allah melimpahkan pahalakepadamu dan mengampuni dosamu. Kita adalah kaum yang terbiasa mengalami pembunuhan dan mati syahid. Tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah. Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Cukuplah Allah sebagai pelindungku dan Dia-lah sebaik-baik Pelindung. Semoga Allah mengampuni dosamu dan dosaku serta membalasmu dengan balasan bagi hamba-hamba-Nya yang mukhlis.”

Perang Uhud adalah ujian dan pembersihan. Dengannya Allah menguji kaum mukminin dan membongkar kedok orang-orang munafik yang menampakkan keimanan dengan lisan namun menyembunyikan kekafiran di hati mereka. Dan hari dimana Allah Ta’ala memuliakan para wali-Nya yang Dia kehendaki gugur sebagai syuhada’

Sumber: cerita-islami.com

Menangkap Makna Dibalik Kisah Si Kabayan

Sebuah cerita lucu tapi sarat hikmah dan penuh muatan pelajaran dari tatar sunda, dongeng si kabayan. sangat menarik dan inspiratif untuk direnungkan.

Konon, pada suatu hari si kabayan sedang berjalan disebuah turunan, dia menangis tersedu-sedu seperti sedang kehilangan sesuatu yang sangat berharga. aneh sekali, padahal semua orang sangat gembira ketika sedang berjalan menemui turunan. teman si kabayan saat itu kebetulan melihatnya sangat terheran-heran. lalu, teman si kabayan itu bertanya : “kenapa kamu kabayan, kelihatan sedih sekali sampai air matamu bercucuran ?”

Lantas si kabayan sambil terisak-isak penuh dengan iba, menjawab : “hey kamu tidak tahu, saya sedih karena setelah sekarang kita enak menuruni bukit sambil santai, sebentar lagi kita akana menemukan tanjakan dan pasti melelahkan serta menguras tenaga, jadi saya sangat sedih sekali.”

Sesaat kemudian, tangisan si kabayan berhenti ketika perjalanannya melintasi tanjakan yang cukup melelahkan. akan tetapi dasar si kabayan, justru di tanjakan dia jadi tertawa-tawa berbahagia.

Tentu saja temannya tadi kembali merasa heran, lantas bertanya kepada si kabayan : “hey, kamu kabayan, aneh sekali, tadi menangis sekrang ketika jalan menanjak malah ketawa-ketawa, bukannya sedih.” dengan lugunya kabayan menjawab : tentu dong saya tertawa dan merasa gembira karena sebentar lagi akan turun dari tanjakan ini.”

Cerita tentang si kabayan di atas memang agak berlebihan dan hanya sekedar perilaku si kabayan yang tukang ngabodor. tapi, dari cerita ini bisa kita jadikan inspirasi untuk menangkap beberapa hikmah kehidupan. si kabayan mengajarkan kepada kita untuk :

Pertama, optimis bahwa sesudah kesulitan akan ada kemudahan. kedua, kesadaran akan perlunya menyikapi dengan bijak paradoks antara kesedihan dan kesenangan. dalam hidup sedih dan bahagia datang silih berganti dan tidak ada yang abadi. kesedihan hari ini, pasti di hari yang akan datang berubah jadi bahagia.

Ketika kita mampu menyelami lebih dalam—berkaca dari kisah kabayan diatas—apa yang terjadi antara pergantian sedih dan bahagia, antara suka dan duka, serta ketika kita mampu menyikapinya secara proposional : kebahagian, kesenangan, kegembiraan yang kita dapatkan akan menjadikan kita orang yang pandai bersyukur atas nikmat-Nya. sebaliknya, kesedihan, duka, akan menjadikan kita pribadi yang pandai bersabar dan menguatkan ibadah kepada Allah SWT.

Sumber: syamsuri12.blogspot.com

Kamis, 15 Mei 2014

CERPEN: SEPERTI DAUN GUGUR

Ada selembar daun gugur terbang di atas jalanan padat yang dilalui Mira sore ini. Daun kecoklatan itu melayang pelan dihembus angin yang tak terlalu kencang. Mira tersenyum. Semua akan baik-baik saja. 
 
Mira menghela napas perlahan dan menatap selembar daun kering lain yang sedang menari di atas kendaaraan di depannya. Sungguh pemandangan yang selalu disukainya. Daun-daun yang melepaskan diri dari ujung-ujung ranting. Mereka seakan sedang menarikan tarian yang begitu cantik. Tarian kebebasan.

Ya, semua akan baik-baik saja. 

Ada test-pack yang baru saja ia beli di dalam tasnya. Tak lama lagi ia segera akan tiba di rumah dan segala kekhawatirannya akan sirna.

Semua akan baik-baik saja.
----

Ketika Gun tiba, Mira masih terbaring di tempat tidurnya. Entah sudah berapa jam ia di sana, tergolek dengan mata menerawang dalam gelap. Kedua matanya sembab dan basah. Kenapa ini bisa terjadi?

Langkah kaki Gun terdengar mendekat. Lelaki yang dicintainya.


“Yang, aku pulang. Kamu sudah tidur, ya?”

Gun membuka pintu dan menyalakan lampu. Cahaya menerangi kamar itu dan Gun merasakan ada sesuatu yang tidak biasa.

“Sudah malam begini, kenapa jendela masih terbuka?” tanya Gun heran. Dilihatnya Mira masih mengenakan pakaian kerjanya, berbaring di atas tempat tidur dengan mata merah dan rambut yang kusut. “Mir, kamu kenapa?” Gun duduk di sisi tempat tidur dan mengulurkan tangannya ke wajah Mira. “Kamu sakit, Mir?”

Mira mengerjapkan matanya yang terasa perih. Ia menggeleng. Tangannya lemah mengulurkan sebuah strip kecil berwarna putih kepada Gun.

“Apa ini?”
Test-pack, Gun. Aku sudah terlambat dua minggu.”

Gun memandang strip putih itu. Ini adalah pertama kalinya ia melihat secara langsung benda yang dinamakan test-pack itu. Gun tidak mengerti. Ia tidak bisa mencerna apa yang telah terjadi.
“Positif, Gun. Aku hamil,” tangis Mira kembali meledak.
Gun terpana. “Bagaimana bisa, Mir?”
Mira menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, Gun.”
----


Sekilas Gun memalingkan wajahnya dari depan kemudi dan memandang Mira yang duduk di sebelahnya. Sudah hampir setengah jam hanya keheningan yang berada di antara mereka berdua. Dilihatnya Mira sedang menatap ke luar kaca jendela di sampingnya. Gun tahu, benak Mira sedang terbang bersama daun-daun kering yang melayang di luar sana. Di ruas jalan itu, pohon mahoni berjajar dan daun-daunnya yang kecoklatan mulai berguguran di awal musim kemarau ini.

“Mir,” Gun memecah kesunyian yang menggelisahkan itu, “Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?”
Tak ada jawaban.
“Mir, please. Katakanlah sesuatu. Jangan diam saja.”
“Gun, seharusnya dulu kamu ijinkan aku pasang spiral atau sekalian mengikat kandunganku,” desis Mira perlahan sambil menahan tangisan kemarahannya.

Gun terdiam sesaat. “Jadi sekarang kamu menyalahkan aku karena menganjurkan kita pakai kondom saja?” Gun mendadak kesal.
“Mir..., Mir.... Kamu dengar sendiri kata dokter Hambali tadi. Tidak ada satu pun alat kontrasepsi yang bisa memberikan jaminan seratus persen. Bagaimana pun, sekecil apa pun probabilitasnya, kemungkinan untuk hamil masih ada.”
Mira tidak menanggapi. Ia membisu dan kembali menatap ke luar jendela.

“Sudahlah, Mir. Ini sudah terjadi. Lagipula ia anak kita berdua. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaganya hingga ia lahir dengan sehat. Lalu kita akan merawat serta membesarkannya, ya kan?”
“Tapi aku tidak ingin punya anak, Gun.”
Gun menghela napas panjang. “Nanti juga kamu pasti bisa menerimanya. Mencintainya. Percayalah, Mir.”
----

Sudah tiga hari berlalu, namun kesunyian yang menggelisahkan masih menggantung di antara mereka berdua. Hari-hari berlangsung seperti biasa, namun tak ada percakapan yang terjadi. Hanya keheningan yang menunggu seperti sebuah bom waktu.

“Mir, kamu masih belum bisa menerimanya?” Gun tak tahan lagi dan bertanya pada Mira yang berbaring memunggungi dirinya.
Hanya terdengar hela napas perlahan sebagai jawaban.

“Mira, aku tidak mengerti dirimu.”
“Kamu tahu aku, Gun. Dari dulu kamu sudah tahu pendirianku, bahkan sejak kita pacaran, jauh sebelum kita menikah. Aku tidak mau punya anak, Gun.”
“Tapi itu kan dulu. Terus terang aku selalu berpikir, cepat atau lambat kamu akan berubah. Apalagi kita sudah tiga tahun menikah.”
“Tidak, Gun. Kamu ternyata tidak mengerti aku. Aku tidak mau punya anak. Tidak dulu, tidak juga sekarang.”

“Ya, kau benar,” keluh Gun pelan, “aku ternyata sama sekali tidak mengerti dirimu.” Gun tercenung sejenak sebelum melanjutkannya dengan tanya, “Mira, perkawinan kita selama ini bahagia, kan?”
Mira mengangguk.

“Kita pun sudah cukup mapan. Kita berdua sama-sama sehat dan mampu untuk punya keturunan. Lalu apa salahnya bila kita punya anak? Kita memang tidak merencanakannya, tapi Tuhan yang memberikannya untuk kita. Kenapa, Mir? Setahuku kamu tidak anti anak-anak. Paling tidak kamu sayang sekali pada keponakan-keponakanmu. Kamu juga bukan dari keluarga yang bermasalah. Orang-tuamu masih hidup rukun dan bahagia. Kamu tidak punya trauma, kan? Kenapa, Mira? Aku benar-benar tidak mengerti.”

“Aku egois. Ya, aku egois! Bilang saja begitu! Aku tidak mau hidupku dikacaukan dengan kewajiban mengurus anak. Hidupku menarik, Gun. Aku punya karir yang bagus. Aku punya banyak mimpi. Aku ingin melihat banyak tempat. Aku tidak mau kehidupanku berubah menjadi keharusan mengurus tetek-bengek dan remeh-temeh seputar anak. Aku tidak mau berubah menjadi pribadi yang membosankan, ibu-ibu yang hidupnya hanya berpusat pada anak dan anak saja, perempuan yang merelakan mimpi-mimpinya kandas demi anaknya. Aku tidak mau seperti itu, Gun. Aku tidak bisa. Perempuan lain mungkin bisa. Tapi aku tidak.”

Gun terdiam lama.

“Lalu, sekarang apa maumu, Mir? Anak di kandunganmu sekarang, anak kita, apa yang akan kamu lakukan dengannya?”
“Aku tidak tahu, Gun. Mungkin...”
“Kamu tidak berpikir untuk menggugurkannya, kan, Mir?”
“Aku tidak tahu, Gun. Aku tidak tahu apa lagi yang bisa kulakukan...”

Gun menggeleng tidak percaya. Ia benar-benar tidak mengerti Mira. Ia tiba-tiba merasa berhadapan dengan seseorang yang teramat asing.

Brak! Gun membanting pintu kamar. Tak lama kemudian, dari dalam kamar, Mira mendengar derung mobil Gun pergi meninggalkan rumah. Meninggalkan dirinya dalam kesenyapan.
----

Mira merasa kepalanya pusing. Bagian bawah perutnya juga terasa amat sakit. Nyeri sekali rasanya. Untuk beberapa saat ia lupa apa yang terjadi. Perlu beberapa menit sebelum ia mulai mengenali keberadaannya. Ruangan putih, seprai putih, bau obat dan antiseptik. Ini rumah sakit. Ingatannya pun berpusar. Test-pack, dua strip. Lalu hari-hari yang dilaluinya dengan rasa marah, bingung, dan penolakan. Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi. Hingga tadi pagi, ketika tiba-tiba perutnya terasa melilit sakit. Ada darah merembes di antara kedua kakinya. Ia ingat sekarang. Ia ingat bahwa ia berteriak memanggil Gun. Mereka ke rumah sakit. Keguguran, kata dokter. Kuretasi.

“Hai, Mir,” Gun tersenyum ketika melihat Mira sudah terbangun.

Mira menatap wajah Gun yang berada di sisinya. Dilihatnya ada setitik bening di sudut mata Gun. Gun menangis? Mira tak pernah melihat Gun menangis sebelumnya.

“Gun...,” suara Mira tercekat. Tangan kanannya hendak mengusap titik air di mata Gun.

“Sudah, kamu istirahat saja. Kamu gak apa-apa, kok, Sayang. Dokter bilang kamu hanya perlu istirahat satu minggu saja. Sakitnya akan cepat hilang. Selebihnya kamu akan baik-baik saja,” kata Gun sambil meraih dan menggenggam tangan Mira.

Mira tersenyum lemah. Teringat ia akan gumpalan darah yang merembes keluar dari tubuhnya. Apakah gumpalan itu telah bernyawa? Mengapa ia gugur? Apakah ia tahu bahwa ia tidak diinginkan lalu memilih untuk pergi? Ah, mungkin ini solusi yang terbaik.
----

Perawat mendorong kursi roda Mira ke ruang tunggu. Ia sudah diperbolehkan pulang.
“Tunggu di sini sebentar. Aku ambil mobil dulu,” kata Gun. Mira mengangguk.

Mengapa ada suara tangis bayi? Kepalanya masih terasa pusing. Ah ya, tentu saja, ini rumah sakit ibu dan anak. Dilihatnya seorang ibu yang duduk tak jauh di sebelahnya. Di pelukannya ada sesosok bayi mungil dengan pipi bulat merah terbungkus selimut merah muda. Bayi perempuan, batinnya. Milikku, perempuan juga kah? Ia menggeleng pelan. Pertanyaan bodoh, Mira.

Dipandangnya lagi bayi berselimut merah muda itu. Matanya terpejam sangat tenang dalam pelukan sang ibu yang sebaliknya seakan tak berkedip memandang bayinya. Kerongkongan Mira mendadak terasa begitu kering.

Tak tahan, Mira memalingkan pandangannya ke depan. Di seberang tempat duduknya, seorang bayi sedang menangis dalam timangan ayahnya. Sang ibu lalu mengambil alih, memeluknya, membujuknya, dan segera menyusuinya. Di sudut lain, seorang anak sedang belajar berjalan dibantu sang ayah. Dari sisi lain tempat duduk Mira, terdengar seorang anak sedang berceloteh cadel. Mira memejamkan mata. Kepalanya makin terasa berat. Luka di dalam tubuhnya kembali berdenyut sakit.

Tak lama kemudian Gun kembali. Perawat yang menemani Mira, kembali membantu mendorong kursi rodanya.
“Kamu baik-baik saja, Yang?” tanya Gun melihat wajah Mira yang begitu pucat. Mira mengangguk.
“Sakit sekali?”
“Sedikit.” Gun memapahnya, membantunya berdiri dan masuk ke dalam mobil.

Di antara derum mesin mobil yang mulai berjalan, suara tangis dan celoteh bayi di ruang tunggu tadi masih menyisakan gema di telinga Mira. Gaungnya tak hilang bahkan entah mengapa terasa semakin keras. Tubuh Mira mulai berkeringat dingin. Pandangannya berputar-putar. Perlahan dirasakannya ada rasa nyeri lain merambati dirinya. Mira menggigit bibirnya. Namun sakit itu tak juga hilang. Bukan, ini bukan dari bagian bawah tubuhnya. Rasa perih ini perlahan namun makin terasa. Seperti menusuk, mengiris, menghujam. Tepat di dadanya. Kenapa? Kenapa rasanya begitu sakit? Mira memejamkan matanya. Terasa seperti ada sesuatu sudah menggerogoti dadanya. Sebuah sendok tajam yang membersihkan rahimnya, ternyata juga telah mengorek dan melubangi hatinya.

Mira menatap ke luar jendela. Angin bertiup cukup kencang, melepaskan dedaunan kering dari ujung-ujung ranting dan menerbangkannya. Butiran bening mulai mengembang di sudut-sudut mata Mira. Pandangannya mengabur oleh air mata. Samar ditatapnya daun-daun yang melayang jatuh ke tanah itu. Mereka luruh. Gugur. Seperti anak yang sempat dikandungnya.

Sumber: neenoy.blogspot.com

Senin, 12 Mei 2014

APAKAH BISA JIN MENIKAHI MANUSIA?

Dalam tradisi Raja-Raja di Pulau Jawa banyak digambarkan kisah perkawinan Raja Jawa dengan Raja Jin penguasa Laut Selatan yaitu Nyai Roro Kidul. Oleh karena itulah untuk itu dibangun ruangan khusus tempat pertemuan manusia dan jin memadu kasih dan persekutuan. Sebagian orang mengatakan hal ini adalah mitos yang disengaja untuk menciptakan kesakralan dan kedigdayaan sebagai legitimasi raja di mata rakyat yang memang percaya dengan kekuatan ghaib. Ada juga yang mengatakan perkawinan ini benar-benar terjadi karena terpikat dengan sosok wujud jin yang ditampakkan dalam bentuk wanita cantik. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini sebagai bentuk syarat agar sang raja memiliki kesaktian tertentu.

Demikian pula terdapat banyak kasus dimana wanita dari kalangan manusia dikawini oleh Jin yang jatuh cinta kepada manusia itu. Caranya bermacam-macam, terkadang jika manusianya lemah maka jin itu kuat dan berani menjelma menyamar dalam wujud sebagai suaminya dan meminta berhubungan suami isteri dengan wanita itu. Jika tidak cukup mampu untuk berbuat demikian, terkadang jin mengawini manusia dengan cara memperkosa dalam mimpi atau si manusia sering mengalami “mimpi basah” tanpa sanggup menolaknya. Memang seringkali wanita yang mengalami gangguan seperti ini. Seringkali dalam kasus seperti ini,  jin itu bersemayam di dalam rahim atau organ vital wanita. Ada juga beberapa kasus, hal ini sengaja dilakukan khususnya bagi profesi  (maaf) pelacur dimana dengan cara ini jin akan menghasilkan efek yang diinginkan untuk melariskan profesinya tersebut. Namun ada juga kasus diamana awalnya jin jahat dikirim oleh dukun atas permintaan orang tertentu yang dengki untuk menyakiti atau balas dendam  terhadap wanita itu.

Dalam beberapa kasus ketika diruqyah dan ditanya, maka jin yang merasuki dan melakukan hal ini mengaku jatuh cinta dan secara sepihak mengklaim telah menikahi wanita itu. Alasan yang paling umum dikemukakan oleh jin adalah kasihan karena wanita itu sering bersedih atau kesepian ditinggal suaminya. Hal-hal semacam ini memang terjadi di sekitar kita dan hanya orang yang kurang wawasan atau belum menyaksikan sendiri yang menolak fakta terjadinya hal-hal semacam ini. Oleh karena itu disarankan agar wanita tidak sering melamun ketika sendirian, dan harus mengisi saat-saat sendiriaan itu dengan membaca / melantunkan ayat Al-Qur’an atau berdzikir.

Masalah ini pernah dibahas oleh Imam Syibli Hanafi (769 h) dalam bukunya “Aakamul Marjan” dan Dumairi dalam kitabnya “Hayatul Hayawan al-Kubra”. Pembahasan meliputi permasalahan mungkinkah manusia menikah dengan jin? dan bolehkah bila itu terjadi. Kemungkinannya, Kebanyakan ulama mengatakan mungkin dengan dalil firman Allah kepada iblis “berserikatlah dengan mereka (manusia) dalam harta dan anak-anak mereka” (Q.S. Al-Isra’ : 64).

Hadits Rasulullah memperkuat ini “Barang siapa mengumpuli isterinya dengan tanpa membaca basmalah, maka syaithan akan ikut andil bersamanya” (H.R. Ibnu Jarir dalam Tahdzibul Atsar).

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Abu Al Wazir berkata, telah menceritakan kepada kami Dawud bin ‘Abdurrahman Al ‘Aththar dari Ibnu Juraij dari Bapaknya dari Ummu Humaid dari ‘Aisyah r.ah ia berkata, “Rasulullah s.a.w.berkata kepadaku: “Apakah di antara kalian ada Al Mugharribun -atau kalimat yang semisal-?” para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan Al Mugharribun? ‘ beliau menjawab: “Orang-orang yang jin berserikat pada diri mereka (anak hasil perkawinan antara manusia dan jin).” (H.R. Abu Daud No. 4443) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini sanadnya dla’if

Pendapat yang mengatakan tidak mungkin beralasan karena manusia diciptakan dari tanah, sedangkan jin dari api, kedua unsur ini tidak akan bisa berkumpul. Namun ini ditentang bahwa itu pada mulanya, tapi sekarang unsur tersebut sudah tidak ada lagi pada manusia dan jin. Alasan kedua, tidak mungkin ada hubungan sex antar kedua mahluk ini, karena bagaimana bisa terjadi sperma manusia mengalami proses pembuahan dalam rahim jin atau sebaliknya. Ini juga ditentang bahwa pernikahan sepasang manusia yang sama sekali tidak mungkin berhubungan seksual juga diperbolehkan.

Hukumnya menurut syariat Islam: Para ulama berbeda pendapat. Pertama mengatakan tidak boleh dikatakan oleh ulama Hanbali, seperti termaktub dalam fatawa Sirajiyah. Dalilnya firman Allah “Dan Allah telah menjadikan untuk kalian dari jenismu sendiri isteri-isteri bagi kamu” (Q.S. An-Nahl : 72). Dan ayat “Dan di antara tanda-tanda kebesarannya, Allah menciptakan untuk kamu sekalian dari jenismu isteri-isteri agar kalian bisa tenteram dan dijadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang” (ar-Rum:21).

Ayat-ayat ini jelas bahwa dalam pernikahan dengan jin tidak menyimpan tujuan di atas dan perbedaan alam menghalangi terwujudnya hubungan pernikahan yang sempurna. Pendapat kedua dari Hasan Basri dan Qatadah mengatakan boleh. Ayat tersebut menurutnya, tidak menyatakan jelas keharaman nikah antara manusia dan jin, toh agama diturunkan untuk kedua mahluk tersebut. Namun pendapat yang mengatakan boleh tetap mengatakan bahwa pernikahan antara manusia dan jin hukumnya makruh, karena permasalahan yang mungkin timbul akibat pernikahan ini sulit menyelesaikannya secara hukum. Misalnya terjadi gugat cerai atau masalah nafkah, sulit diselesaikan secara hukum. Imam Malik pernah ditanyai : Seorang lelaki dari bangsa jin ingin menikahi perempuan muslimah? Beliau bilang “Saya melihat ini boleh-boleh saja secara agama, tapi saya sangat tidak suka melihat wanita hamil, kemudian ketika ditanyai siapa suamimu, lalu ia bilang “jin”. Lama-lama para pelaku hamil di luar nikah pun akan menggnkaan alibi / alasan hal yang sama, hingga banyak kerusakan dalam Islam. Madzhab Maliki mengatakan hal ini makruh hukumnya lelaki manusia menikah dengan jin perempuan atau sebaliknya.

Untuk mengeluarkan jin yang meng-klaim secara sepihak telah menikahi seorang wanita biasanya tidak mudah. Apalagi jika jin itu merasa jatuh cinta pada wanita itu. Sehingga dalam beberapa kasus kita jumpai jin yang jatuh cinta ini enggan keluar dan siap mati demi cintanya. Maka jika demikian kasusnya, tidak ada cara lain kecuali harus membakar jin itu dengan ayat-ayat ruqyah dan beresiko membunuh jin itu jika ia tetap membangkang tidak mau keluar dari tubuh wanita itu (memang kebanyakan yang mengalami hal ini adalah wanita, yaitu jin laki-laki mencintai seorang wanita dan jarang jin wanita mengklaim menikahi manusia pria).

Demikian pula jika kasusnya adalah pada mulanya ia dikirim oleh dukun atau tukang sihir, dimana jin itu akhirnya malah jatuh cinta. Maka jin itu tidak mau keluar dari tubuh manusia karena ia ketakutan akan dibunuh oleh dukun / tukang sihir yang mengutusnya. Adakalanya ia bersedia keluar, namun ia terikat dan sengaja diikat dengan ikatan sihir sehingga tidak mampu keluar. Maka terlebih dahulu harus dihancurkan / membatalkan buhul-buhul ikatan sihirnya.

Sumber: misterighaib.wordpress.com


*AMBILLAH*

~Ambillah waktu untuk BERFIKIR,karena itu adalah sumber KEKUATAN.

~Ambillah waktu untuk BERDOA,karena itu adalah sumber KETENANGAN.

~Ambillah waktu untuk BELAJAR,karena itu adalah sumber KEBIJAKSANAAN.

~Ambillah waktu untuk BERSAHABAT,karena itu adalah jalan menuju KEBAHAGIAAN.

~Ambillah waktu untuk TERTAWA,karena itu adalah MUZIK yang MENGGETARKAN HATI.

~Ambillah waktu untuk MEMBERI,karena itu membuatkan hidup terasa BERERTI.

~Ambillah waktu untuk BEKERJA,karena itu adalah nilai KEBERHASILAN.

~Ambillah waktu untuk BERAMAL,karena itu adalah KUNCI MENUJU SYURGA.


Hargailah waktu lapangmu bagai hari ini yang terakhir buatmu~


Nasihat Kubur
Nasihat Kubur:

1). Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHMI.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SHODAQOH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur bilamana tidak Shalat, bebaskan jepitan itu dengan SHALAT

6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat "LAILAHAILALLAH"...


Sumber: ceritapenyejukhati.blogspot.com

KISAH ALLAH TA'ALA MENCIPTAKAN MALAIKAT JIBRIL

Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahwa, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan malaikat Jibril dengan bentuk yang sangat elok. Jibril mempunyai 124,000 sayap dan di antara sayap-sayap itu terdapat dua sayap yang berwarna hijau seperti sayap burung merak, sayap itu antara timur dan barat. Jika Jibril menebarkan hanya satu daripada beberapa sayap yang dimilikinya, maka ia sudah cukup untuk menutup dunia ini”.

Setelah memandang dirinya yang tampak begitu indah dan sempurna, maka malaikat Jibril pun berkata kepada Allah, “Wahai Rabbku, apakah Engkau menciptakan makhluk lain yang lebih baik daripada aku?” Kemudian Allah pun menjawab pertanyaan malaikat Jibriil, “Tidak”. Mendengar jawapan Allah, maka malaikat Jibril pun berdiri dan melakukan solat dua rakaat untuk bersyukur kepada Allah. Pada setiap rakaat solat yang dikerjakan oleh malaikat Jibrail, dia menghabiskan masa selama 20,000 tahun lamanya.

Setelah malaikat Jibrail selesai melaksanakan solatnya, kemudian Allah pun berfirman kepadanya, “Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh dan tidak ada seorang pun yang menyembahKu seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia, yang paling Aku cintai bernama Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa.

Seandainya mereka mengerjakan solat dua rakaat walau hanya sebentar dan dalam keadaan lupa serta serba kurang, dengan pikiran yang melayang-layang dan dosa mereka pun besar, maka demi kemuliaanKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu lebih Aku sukai daripada solatmu. Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan solat itu atas perintahKu sedangkan solat kamu bukan atas perintahKu”.

Setelah mendengar hal tersebut, Jibril pun kembali bertanya kepada Allah, “Ya Rabbku, apakah yang Engkau berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah mereka kepadaMu?” Maka Allah berfirman yang artinya, “Ya Jibril, akan Aku berikan syurga Ma’waa sebagai tempat tinggal mereka”. Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma’waa tersebut.

Setelah Allah memberikan izin kepadanya, maka malaikat Jibril pun mengembangkan sayapnya dan terbang menuju syurga Ma’waa. Satu ayunan sayap malaikat Jibril adalah sama dengan jarak perjalanan selama 3000 tahun. Maka terbanglah malaikat Jibril selama beberapa lama perjalanan. Malaikat Jibril akhirnya kepenatan dan turun untuk singgah dan berteduh di bawah sebuah pohon. Di sana ia bersujud kepada Allah lalu berkata, “Ya Rabbku, apakah aku telah menempuh setengah atau sepertiga atau seperempat dari perjalanan menuju ke syurga Ma’waa?”

Maka Allah pun berfirman, “Wahai Jibril, meskipun kamu mampu terbang selama 3000 tahun dan meskipun Aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa puluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan”.

Sabda Rasulullah, “Sebelah kanan sayap Jibrail terdapat gambar syurga berserta dengan segala isinya termasuk bidadari-bidadari, istana, pelayan dan sebagainya manakala sayapnya yang sebelah kiri terdapat gambar neraka dan segala isinya yang terdiri daripada beberapa macam ular yang cukup bisa, kala jengking dan neraka yang bertingkat-tingkat serta penjaganya yang terdiri daripada malaikat yang garang dan ganas yakni malaikat Zabaniyah“.

Kata Rasulullah lagi, “Apabila telah sampai ajal seseorang itu, maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang kecil pada badan manusia kemudian mereka akan menarik rohnya dari kedua telapak kaki hingga lutut dan mereka pun keluar. Setelah itu datang lagi sekumpulan malaikat masuk menarik roh dari lutut ke perut. Begitulah seterusnya dari perut ke dada dan dada ke kerongkongnya. Itu saat sakaratul maut seseorang”.

“ Jika yang sedang sakaratul maut itu orang beriman, maka malaikat Jibril akan menebarkan sayapnya yang sebelah kanan sehingga orang itu dapat melihat kedudukannya di syurga sehingga terlupa orang-orang di sekelilingnya. Jika orang itu munafik, maka Jibril akan menebarkan sayap sebelah kiri untuk menunjukkan tempatnya di neraka sehingga ia menjadi sangat takut serta lupa kepada keluarganya”, kata Rasulullah SAW

Kita sebagai umat Islam hendaklah mengakui kebenaran ini dan ia adalah sama seperti kita beriman kepada perkara ghaib. Tidaklah mustahil bagi Allah untuk menciptakan segala sesuatu karena Dia maha pencipta. Cukuplah sekadar kita melihat langit yang tidak bertiang, bukankah ia perkara mustahil bagi manusia untuk membuatnya ?


Subhanallah …
Begitu cintanya ALLAH kepada hamba-hamba Nya ,
Lalu nikmat ALLAH manalagikah yang hendak kita dustakan …

Ampunilah kami ya Rabb , seluruh amal dan ibadah kami yang penuh lalai ini tidak akan mampu menandingi seluruh nikmat dan kecintaanMu kepada kami …

Wallahu a'lam bishawab


Sumber: sukalemper.blogspot.com

Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .

“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.

“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”

Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.

“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.

“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.

Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”
Jika Anda berpikir bahwa TUHAN ITU ADA, sampaikan cerita ini kepada orang lain. Semoga kita selalu mendapat kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Amien..
Sumber: isdaryanto.com

Misteri Manusia Awan Chachapoyas

Peradaban Masyarakat awan di kota kuno Chachapoyas yaitu negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu berhasil ditemukan. Sebutan "masyarakat awan" mungkin karena mengacu pada pegunungan andes yang selalu berselimut awan. Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini, sampai sekarang masih misteri dan sulit diungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan "catatan". Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan.

Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan "prajurit awan" tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.

Situs Karija ini dibangun hampir 1 milenium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yang di makamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi. Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt di mana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoya. Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jaman itu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti, tidak ada jalan yang bisa diakses menuju tempat itu.

Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kota kuno Chachapoyas yang hilang ini, ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, oleh tim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.

Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang, sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang di pahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untuk melindungi dari musuh. Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno ini. Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9. Kenyataannya, kota kuno itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengaja dikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh.

Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketika kekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsa Chachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi. Keberuntungan datang ketika Spanyol datang pada 1535. Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudian datang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka.

Penulis sejarah Cieza Pedro de León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putih dan tampan, kaum wanitanya cantik-cantik, itulah sebabnya banyak orang Inca ingin menjadikan mereka istri. Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash. Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.

Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan dengan bangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsa Chachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa. Siapa yang tahu, apalagi yang akan ditemukan di pedalaman andes amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnya Chachapoyas. Minimnya catatan tentang suku ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah "orang-orang awan" ini.

Sumber: anehdidunia.com

Minggu, 20 April 2014

PERMAISURI HATI FAHRIE

Mata Fahrie menatap buliran-buliran rintik hujan dibalik kaca jendela ruang bersalin tempat istrinya Farida dirawat setelah baru saja melahirkan 2 jam yang lalu. Samar-samar dia teringat sesuatu. Dia berusaha keras mengingat potongan-potongan memori yang dialami sepanjang perjalanan hidupnya.
Memori itu mulai tersusun dalam benak pikirannya. Mulai dia mengenal kekasihn
ya sebelum dengan Farida, hampir empat tahun dia merajut kisah asmara bersamanya, tinggal satu langkah lagi mereka memasuki jenjang pernikahan. Tapi sayang mereka tidak berjodoh, tak tahu apa sebabnya kekasih Fahrie meninggalkanya begitu saja dan menikah dengan lelaki lain.
Sejak itu Fahrie patah hati, dia mulai mengenal dunia yang lain sebagai pelampiasannya. Hidupnya berubah sangat drastis, dan sebagai pelampiasan atas kekesalan pada nasibnya, dia suka mempermainkan hati wanita yang dia kehendaki. Beberapa wanita bertekuk lutut terhadap rayuannya.
Dan setelah dia mendapatkannya, lalu dia tinggalkan begitu saja. Saat itu hidupnya kacau dari satu wanita ke wanita yang lainya, dan rata-rata mereka cantik secara fisiknya.
Hingga suatu hari dia menemukan titik balik jalan kearah yang benar setelah berjumpa dengan seseorang yang bisa menuntun jalan hidupnya, dia seorang mantan preman yang telah tobat dan menjadi seorang ustad. Kisah hidupnya lebih parah dari Fahrie, kemudian mereka berteman dan sejak itu Fahrie mulai belajar sedikit demi sedikit tentang agama darinya.
Alhamdulillah Fahrie diberi petunjuk sama Allah melalui dia, Ustad Zulkarnain namanya. Kemudia Fahrie bertemu dengan teman kecilnya yaitu Farida. Mereka saling mengenal karena mereka bertetangga. Dan juga sejak kecil mereka sering main bersama.
Fahrie jatuh cinta padanya ketika Farida umur 25 tahun dan Fahrie umur 30 tahun, dan gayung pun bersambut, Farida juga mencintainya. Tak terbayang oleh mereka kalau mereka berjodoh dan menjadi kekasih hati terajut oleh untaian tali pernikahan.
Jujur Fahrie mengakui Farida tidak terlalu cantik, juga bukan keturunan orang berpangkat, bangsawan atau pun ningrat. Dia tidak perduli, raga yang terbalut kain-kain penutup aurat dan jiwa yang terpaut akherat itu yang dia inginkan, terlebih terpoles ilmu syar’i. Maka tekadnya pun bulat untuk meminang Farida saat itu.
Maka keinginan Fahrie, ia sampaikan pada kedua orang tuanya. Sempat kedua orang tua Fahrie tidak merestui hubungan mereka. Faktor klise yang mendasarinya. Karena orang tua Fahrie tergolong orang berada, sedangkan orang tua Farida orang biasa saja.
Fahrie tak patah semangat dia tetap berusaha memberi pengertian kepada kedua orang tuanya. Dan akhirnya hati kedua orang tua Fahrie pun luluh, karena kesederhanaan yang dimiliki Farida.
Hari bahagia yang ditunggu-tunggu pun datang, pernikahan sederhana digelar di rumah Farida. Terbitlah kebahagian yang mereka tunggu menyelimuti sanubari. Telah tiba saatnya biduk rumah tangga yang harus berlayar di samudra kehidupan terhempas sudah karang-karang penantian yang bertengger di taman hati mereka.
Dan malam yang penuh kebahagian, masih terbayang dipelupuk mata Fahrie, ketika dia menatap wajah Farida, matanya fokus memandang bola mata bening milik Farida dan sang pemilik pun membalasnya dengan senyuman. Beberapa detik mereka merasakan getaran yang sama yang berkecamuk didalam hati. Dan buliran-buliran air mata haru pun jatuh membasahi kedua pipi mereka.
Semenjak menikah hingga saat ini mereka memutuskan untuk hidup mandiri, dan memulai biduk rumah tangganya dari nol. Dengan restu orang tua, dan berbekal ketrampilan Fahrie sebagai seorang penulis, maka mereka memulai perjalanan rumah tangganya dengan kalimat Hamdalah, mereka hidup di kontrakan rumah yang ukurannya tidak terlalu besar, cuma ada ruang tamu, kamar tidur dengan sebuah ranjang usang dan beralaskan kasur tipis, disetiap detik perjalanan hidup mereka, dinikmati dengan penuh kebahagiaan
Walaupun penghasilan suaminya tergolong paspasan bahkan antara pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, mereka pun harus hidup hemat, mengikis keinginan karena tidak sanggup menggapainya. Benar-benar tak pernah melihat kristas bening yang menetes dari pelupuk mata Farida karena hal itu.
Dia wanita sederhana yang pintar, tak banyak bicara, kesederhanaan dan kedewasaan yang diperagakan justru mengusik hati Fahrie, tak bisa dia pungkiri dan tutupi, dia mencintai Farida. Tak terasa tetes bening air mata bak kristas menetes membasahi kedua pipinya. Diusapnya air mata itu dengan kedua tangannya.
“Abi… dimana anak kita?”
Tersentak Fahrie mendengarnya, dia tahu kalau seharian tadi Farida tidak makan karena kesakitan sejak kemarin dan ketika dia tawarkan sepotong roti Farida tidak mau karena rasa sakit yang diderita menyebabkan hilang nafsu makannya. Tapi ketika terbangun dari rasa letih, bukan rasa lapar yang didahulukannya, tapi buah hati yang ia tanyakan.
Bayi yang menjadi permata hati mereka lahir dengan selamat dan nampak sehat, membuat rasa lapar dan dahaganya hilang seketika. Dengan begitu perhatiannya, Fahrie menyuguhkan segelas air putih, dia berharap agar kemesraan yang terjalin dan barangkali letih yang diderita istrinya akan segera terkikis.
Sepotong roti yang Fahrie tawarkan tadi kepada istrinya telah habis ia makan, karena Farida tak nafsu makan tadi. Saat ini hari sudah malam, tidak ada toko atau warung yang menjual makan . Segelas air putih pun dia teguk perlahan tanpa ada keluhan atau tuntutan.
Setelah minum satu gelas air putih, Farida lemas tertidur, wajahnya pucat pasi. Fahrie terlihat sangat bingung, dibangunkan tubuh istrinya yang tidak berdaya, tetap saja tak terbangun, maka dia pun mulai panik, dipanggilnya bidan dan suster yang ada di rumah sakit itu, maka kepanikanpun terjadi di ruang kamar Farida, dia mengalami pendarahan setelah habis melahirkan, HBnya turun dan sangat rendah. Jika tak tertolong maka nyawanya terancam.
Kondisi Farida semakin parah, sudah 2 hari dia dalam kondisi tak sadarkan diri. Transfusi darah sudah dilakukan, dokter pun sudah berusaha menolongnya, tapi hasilnya belum maksimal. Kiranya Allah masih menguji umatnya, kini tubuhnya terbaring lemas tak berdaya, Fahrie sedikit pun tak beranjak duduk disamping tempat tidurnya, dia genggam tangan Farida dan berkata.”Dinda, satu pinta yang aku mohon kepada Allah disetiap sujud dan tarikan nafasku, ku mohon janganlah kau tinggalkan aku.”
Kembali air mata bening bak kristas jatuh di kedua pipinya dengan penuh kesedihan. Tak terasa air mata itu jatuh menelusuri lembah hidungnya kemudian tetesan terakhirnya jatuh di kening istrinya Farida.
Satu keajaiban walaupun Farida dalam kondisi koma hatinya bisa merasakan kesedihan yang sedang dialami suaminya Fahrie, kedua mata yang terpejam sejak 2 hari yang lalu kini mengeluarkan air mata yang bening penuh kesedihan. Fahrie melihat perubahan membaik pada kondisi Farida, dia senang.
“Dinda, bangunlah. Anak kita masih membutuhkan kita, mari kita merajut hari bersama. Kita masih punya cita cita, membuat permadani cinta bersama, untuk mewujudkan impian kita.”
Air mata haru Farida semakin deras meleleh di kedua pipinya, mendengar ucapan suaminya. Mulutnya terkunci rapat oleh kondisi kesehatannya, tapi hatinya tetap berbicara merasakan kesedihan yang ada.
Sudah satu minggu Fahrida terbaring lemas tak berdaya. Kemajuan akan perkembangan kesehatannya pun sangat lambat, dia hanya bisa menangis bila diajak bicara dan tangannya sedikit bergerak, tapi kesadarannya belum juga pulih. Disetiap sujud Fahrie, dikeheningan malam dia panjatkan doa-doa kepada Allah, untuk kesembuhan Farida istrinya.
Kondisi kesehatan Fahrie mulai melemah. Berat badannya sempat turun beberapa kilogram, dan saat ini dia sedang terserang virus influenza. Ada satu yang membuatnya tetap semangat yaitu perkembangan kesehatan bayinya, anaknya lahir dengan selamat dan sehat.
Tepat dihari yang kesepuluh, bak sejuknya tanah yang gersang yang kembali subur setelah dentuman hujan, bak cerahnya bunga mawar yang mulai merekah kelopak-kelopaknya, bak syaduhnya kicauan burung menyambut datangnya mentari pagi, begitulah kuncup bahagia dihati Fahrie.
Di pagi yang cerah, kiranya Allah telah mengabulkan doa-doa Fahrie yang selama ini dia panjatkan. Dia melihat senyum manis di wajah Farida, senyum manis itu datang kembali, Farida mulai siuman, setelah sepuluh hari tidak sadar.
Dan kini air mata bahagia mereka tumpahkan bersama, sujud syukur Fahrie persembahkan atas nama Allah yang telah memberinya kebahagian, yaitu anugrah yang terindah dalam hidupnya adalah istri dan anaknya, dalam hati dia menganggumi istrinya, engkaulah permaisuri hatiku.
Penulis: Salami Ami Malang: 24- Oktober- 2012
Sumber: cerpenomben.blogspot.com