Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Kami Berikan Mata Ini Agar Engkau Bisa Melihat Indahnya Dunia, Nak

Salah satu kasih sayang yang paling murni dan mulia di dunia ini adalah kasih sayang orang tua. Apapun mereka lakukan demi membahagiakan kehidupan anak-anak yang menjadi harapan di masa depan.

Kita patut mengacungkan jempol untuk pengorbanan orang tua yang satu ini. Meski terbilang sebagai orang tua yang masih muda, Yus Nurlina Mohd Yusuf dan Khairul Syafiq Azmi dengan ikhlas merelakan masing-masing satu matanya demi sang anak.

Yus Nurlina masih 25 tahun dan Khairul 27 tahun dilansir dari Stomp.. Merelakan satu mata mereka demi anaknya mungkin akan memberatkan mereka di masa depan, tapi mereka yakin bahwa ini adalah hal yang perlu mereka lakukan demi Khairil Mikhail, anaknya yang hampir 1,5 tahun. "Suami saya dan saya tidak keberatan kalau harus kehilangan satu penglihatan kami. Yang penting anak kami punya masa depan yang cemerlang.

Meski ia akan menerima donor mata dari kedua orang tuanya, menurut Yus Nurlina, Khairil masih akan menjalani banyak perawatan setiap minggu. "Anakku harus kontrol untuk perawatan mata di rumah sakit Tuanku Jaafar, ke Rumah sakit Malacca untuk merawat kejangnya dan ke RUmah Sakit kuala Lumpur untuk masalah pertumbuhannya," kata Yus Nurlina.

Khairil memang mengalami masalah kesehatan sejak hari ke 25 kelahirannya. Diduga akibat ada bakteri pada paru-paru Khairil dan setelah itu makin banyak masalah kesehatan yang ditemukan pada bayi mungil ini. Meski dalam kondisi yang berat, kedua orang tua muda ini bersyukur karena masih ada orang baik yang memberikan donasi pada mereka.

Sosok yang misterius itu memberi bantuan dana sehingga mereka bisa membeli mobil bekas. Rencananya mobil tersebut dipakai saat membawa anaknya dari rumah sakit satu ke yang lainnya.

Setelah ini, dunia akan sedikit gelap bagi keluarga kecil ini. Meski mereka hanya bisa meraba-raba masa depan, tapi Tuhan tidak akan meninggalkan mereka dalam kesulitan. Semoga cobaan ini bisa membawa keluarga kecil Yus Nurlina dan Khairul pada kebaikan.

Sumber: vemale.com

Senin, 19 Mei 2014

Kisah Inspirasi Untuk Tidak Mudah Menyerah

Ada seekor keledai tua. Suatu hari secara tak sengaja ia terjatuh dalam sebuah sumur milik seorang petani. Sang petani rupanya menyadari bahwa tidak akan ada gunanya untuk menyelamatkan keledai tua tersebut. Ia pun akhirnya memutuskan untuk mengubur keledai tua tersebut dalam sumur.

Sang petani pun memanggil tetangganya dan bersama-sama mereka mulai mengubur keledai tersebut. Mereka menyekop tanah dan memasukkannya dalam sumur. Keledai tua tersebut pada awalnya ketakutan. Namun satu ide akhirnya datang dan menghampirinya. Setiap ada satu sekop yang mendarat di punggungnya ia akan mengibaskannya dan melangkah.

Ia terus melakukannya walaupun tubuhnya menjadi semakin lelah dan payah. Ia tetap berjuang untuk bertahan hidup. Lama kelamaan tanahnya semakin bertumpuk dan si keledai berhasil memanjat keluar sumur. Ia selamat dan berhasil bertahan hidup.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah jangan mudah menyerah. Si keledai berusaha untuk menghadapi kesulitan dengan berpikir positif dan tidak menyerah. Ia pun bisa menang. Apa yang tampak akan mengubur dan membunuhnya ternyata malah menyelamatkan jiwanya. Semua tergantung dari kepercayaan diri dan juga tekad pantang menyerah yang dimiliki oleh keledai tersebut. Don't give up and keep fighting ya Ladies.

Sumber: vemale.com

Senin, 03 Maret 2014

Kisah Kebaikan Hati: Pria Rela Donorkan Sumsumnya Untuk Orang Tak Dikenal

Photo copyright Shanghaiist.com
Pernah berpikir kalau Anda akan mendonorkan bagian tubuh Anda pada orang yang tak Anda kenal? Mungkin Anda akan pikir-pikir hingga puluhan kali untuk melakukannya.

Sementara itu di China, seseorang pria rela menyiapkan dirinya untuk menjadi donor sumsum bagi orang lain. Hal tersebut termasuk kemauan Pan Weizhong, pria berhati emas itu, untuk meninggalkan rokok, minuman keras dan diet hingga turun 22 kg demi menyumbangkan sumsumnya.

Pan Weizhong yang bekerja di bidang petrokimia, dengan senang hati menyiapkan diri setelah ia mendapatkan telepon dari Palang Merah yang mengatakan bahwa darah Pan cocok dengan seorang pasien yang saat ini sedang sakit, Han Guilin.

Dengan mantap Pan mengiyakan bahwa dia bersedia menyumbang sumsum miliknya. Demi hal tersebut, Pan mengatakan bahwa dirinya menggalakkan gaya makan yang lebih sehat, menolak ajakan jajan hingga berhenti minum dan merokok.

Akhirnya setelah bertekad kuat, Pan berhasil turun 22 kg dari berat sebelumnya dan akhirnya berhasil menyumbangkan sumsumnya pada Han. Sementara itu Han Guilin yang tinggal berjauhan dengan Pan, merasa tersentuh dan tak tahu bagaimana harus berterima kasih karena Pan telah menyelamatkan jiwanya.

"Aku mungkin tak akan lama di dunia ini tanpa bantuan orang-orang. Keinginan terbesarku adalah bisa menemui orang yang menyumbangkan sumsumnya untukku suatu saat nanti," kata Han penuh harap dan keharuan.

Han dan Pan tak bisa bertemu karena ketentuan donor organ tubuh menjaga kerahasiaan penerima dan pemberi organ. Han sangat berterima kasih pada pendonornya, sementara Pan merasakan kepuasan tersendiri ketika dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Ladies, kebaikan sekecil apapun, tak akan ternilai maknanya ketika datang pada saat dan orang yang tepat. Jangan ragu melakukan kebaikan yang tulus karena sangat besar makna bantuan Anda bagi orang di sisi lain dunia saat ini.

Sumber: vemale.com

Selasa, 17 September 2013

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas

Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.

Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.
Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Diam di rumah merindukan​ bepergian.
Setelah bepergian merindukan​ rumah.

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya kebebasan waktu.
Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing.

Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan​.

Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh.​.

Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.
Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
‘Semoga kita menjadi pribadi yang yang senantiasa bersyukur dengan berkah yang sudah kita miliki’

‘Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil’
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran negatif.
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua.

Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.

Sumber: http://iphincow.com 

Minggu, 25 Agustus 2013

Hati Emas Pemulung, Adopsi 30 Bayi Terlantar


Banyak orang yang tega membuang bayi yang masih hidup dengan banyak alasan. Malu karena sang bayi lahir di luar pernikahan, atau.. takut karena tidak punya  biaya untuk menghidupi sang bayi. Tapi tahukah Anda, seorang pemulung di China mampu mengadopsi 30 bayi yang dibuang. Inilah kebesaran hati Tuhan yang kadang tak mampu dirasakan semua orang.

Nama wanita ini adalah Lou Xiaoying, usianya saat ini 88 tahun. Pekerjaannya adalah pemulung sampah, suami Lou Xiaoying telah meninggal 17 tahun yang lalu. Keadaan hidup yang sulit dan keterbatasan ekonomi tidak mengecilkan hati Lou Xiaoying untuk berbuat baik pada sesama manusia. Dia telah mengadopsi 30 bayi sejak tahun 1972.

Walaupun usianya sudah menua, kebaikan hati Lou Xiaoying tidak surut dimakan usia. Anak adopsi yang paling muda saat ini berusia enam tahun, namanya Zhang Qilin. Lou Xiaoying menemukan bayi tersebut di tempat sampah. Dengan kondisi yang lemah, wanita itu membawa sang bayi ke rumahnya yang sangat kecil untuk dirawat. "Kini dia sudah menjadi anak yang sehat dan bahagia," ujar Lou Xiaoying.

Sementara itu, anak adopsi pertama ditemukan Lou Xiaoying di jalan, seorang bayi perempuan. "Ia terbaring di antara sampah di jalan, terlantar," kenang wanita tua itu. Dengan keterbatasan Tidak semua bayi yang ditemukan dan dirawat Lou Xiaoying terus bersamanya hingga dewasa. Beberapa di antara mereka diadopsi keluarga yang lebih mampu.

"Saya tidak mengerti mengapa orang-orang tega meninggalkan bayi selemah itu di jalan," ujar Lou Xiaoying. Baginya, bayi-bayi tersebut adalah makhluk hidup yang berharga, mereka seharusnya mendapat kasih sayang dan cinta.

Kisah ini mulai menyebar ke seluruh China dan mendapat perhatian dunia. Seseorang yang menaruh simpati pada kisah ini Seseorang yang simpatik terhadap Lou mengatakan bahwa pemerintah, sekolah, dan masyarakat China yang tak berbuat apa-apa seharusnya malu pada Lou. “Dia tak punya uang atau kekuasaan, tetapi mampu menyelamatkan anak-anak dari kematian dan kondisi yang lebih parah,” ungkapnya.

Kisah nyata ini membuktikan bahwa kebaikan hati seseorang tidak dapat dinilai dengan materi. Seorang pemulung sampah yang kehidupannya sulit bisa memiliki hati semulia emas.

Jadilah manusia yang berguna untuk orang lain. Jangan menunggu materi atau kesempatan. Hati mulia yang akan menuntun Anda.

Sumber: http://www.vemale.com

Pria Ini Mengayuh Becak Sambil Mengasuh Bayinya

Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.

Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.

"Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September," ujar pak Bablu. "Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak," lanjutnya.

Pekerjaan pak Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya, sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Hal ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.

Kondisi ini memang memprihatinkan, terutama bagi Damini yang masih sangat kecil. Panasnya matahari dan kondisi jalanan membuatnya harus dilarikan di rumah sakit Jaipur beberapa waktu yang lalu. Sang bayi mengalami septikemia, anemia dan dehidrasi akut. Untungnya, kondisi sang bayi membaik setelah dirawat.

Berita ini dengan cepat menyebar di India, sehingga banyak tawaran bantuan yang diterima oleh pak Bablu. Besar kemungkinan bahwa pemerintah India setempat sedang memproses cara untuk membantu merawat sang bayi. Semoga bantuan segera datang, sehingga bayi perempuan ini mendapat perawatan yang lebih baik.

Ladies, jangan remehkan cinta seorang ayah. Sudahkah Anda berterima kasih pada beliau?

Sumber:  http://www.vemale.com

Senin, 08 Juli 2013

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”
Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.
Sumber:  phincow.com

Rabu, 22 Mei 2013

Kisah Nenek yang Ikhlas

Seorang nenek harus berjalan jauh ke pasar di kota untuk menjual bunga cempaka. Itulah kerja hariannya.
Selepas berjualan, beliau singgah dahulu ke masjid di kota untuk bersolat zuhur.
 
Selepas berdoa dan berwirid sekadarnya, nenek itu akan terlebih dahulu membersihkan dedaun yang berselerakan di halaman masjid. Ini dilakukannya setiap hari di bawah terik matahari. Setelah semua dedaun itu dibersihkan barulah beliau pulang ke desanya.Jemaah dan pengelola masjid kasihan melihat rutin nenek yang demikian.

Suatu hari, pengurus masjid memutuskan untuk membersihkan dedaun yang berselerakan di halaman masjid sebelum nenek itu datang. Fikirnya, usaha itu akan membantu nenek tadi agar tidak perlu bersusah payah membersihkan halaman masjid itu.

Rupanya, niat baik itu telah membuat nenek tersebut menangis sedih.

Dia bermohon supaya dia terus diberi kesempatan membersihkan halaman masjid seperti biasa.

Akhirnya, pihak masjid terpaksa membiarkan situasi berjalan seperti biasa supaya nenek itu tidak lagi hiba.

Satu ketika apabila ditanyakan seorang kiai mengapa nenek tersebut perlu melakukan hal itu, nenek tersebut menjawab:

“Saya ini perempuan bodoh, kiai. Saya tahu amal-amal saya yang kecil ini mungkin juga tidak benar dijalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat tanpa syafaat Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam.
“Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu selawat kepada Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam. Kelak jika saya mati, saya ingin Rasulullah menjemput saya.
“Biarlah semua dedaun ini bersaksi bahwa saya telah membacakan selawat kepadanya.”


Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawat salamlah kepadanya. (QS Al-Ahzab 33: 56)

Rasulullah SAW bersabda :
“Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

Mudah-mudahan kita dapat sama-sama menghayati keikhlasan sifat nenek yang mulia itu.
Amin!

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat


Minggu, 19 Mei 2013

Kisah Cinta Seorang Dokter

Menuliskan kisah ini mengingatkan aku pada setahun yang lalu. Saat seorang dokter menuliskan kisah cintanya pada catatanya facebook. Jujur saat membaca kisahnya membuat air mataku tidak terbendung lagi. Semangatku benar-benar pudar. Rasa bangga dan hormatku terhadap dokter tersebut semakin besar. 

Dalam hatiku, kalau saja sebagian orang menganggap ketika terjadi perpisahan dengan orang yang dikasihi dan cintainya. Lantas mereka mengatakan “ wajarlah cinta memang tak harus memiliki”. Maka, bisa dipastikan semua yang mereka rasakan dari cinta yang dimiliki selama ini hanyalah sebuah fatamorgana belaka. Namun, jika mereka mengalami sebuah perpisahan dengan orang yang paling mereka cintai. Lantas mereka mengatakan, cinta yang kumiliki benar ikhlas untukmu. Ada maupun tidak ada dirinya cinta ini akan tetap kujaga. Maka, inilah cinta yang seutuhnya. Cinta yang tidak termakan waktu, cinta yang tidak dibatasi kematian, cinta yang tak termakan usia, cinta yang tahu dimana akhirnya berujung. 

Sahabatku… Inilah kisah sosok pencinta sejati yang dimiliki oleh dokter muda. Mudah-mudahan dari kisahnya, kita dapat mengambil pelajaran berharga bahwasanya cinta memang harus memiliki. Selamat menikmati!!! 

Kepergianmu yang begitu cepat meninggalkan dunia ini…meninggalkan diriku dan kedua anak kita (Ubaidillah dan Syifa)..apalagi engkau pergi dalam keadaan mengandung anak kita…sang mujahid atau mujahidah kecil calon penghafal Qur’an…sungguh bagaikan mimpi. Masih hangat dalam ingatanku tawa candamu,suaramu,kenangan indah bersamamu Dinda…bahkan hari-hari terakhir bersamamu…tidak ada tanda-tanda bahwa Dinda akan meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Seiap kali aku mengingat dirimu…mata ini tidak tahan untuk meneteskan airmata..bahkan saat aku menulis surat ini.Saat kutatap wajah anak-anak kita…aku sangat sedih bahwa mereka harus berpisah dengan umminya begitu cepat…disaat mereka membutuhkan belaian kasih sayang darimu.

Masih hangat dalam ingatanku detik-detik terakhir saat Dinda pergi untuk menghadap Sang Kholiq… Allah membangunkan diriku saat engkau menghadapi sakaratul maut..ketika itu tepatnya hari jumat 11 maret pukul 03.00 dini hari…aku terbangun saat mendengar suaramu yang tidak seperti biasanya..berbagai upaya aku lakukan untuk membangunkan dirimu sampai anak-anak terbangun dan bertanya sambil menangis…”kenapa ummi tidak bangun-bangun Abi..?”..akupun hanya bisa menghibur mereka “Ubaid dan Syifa doakan Ummi ya Sayang”. 
Melihat keadaan istriku yang tidak sadar,kuperhatikan nafasnya yang sudah berhenti..namun aku masih belum yakin bahwa istriku sudah pergi..maka saat itu juga aku telfon pamannya yang kebetulan tinggal tidak jauh dari tempat kami…maka kami pun membawanya ke rumah sakit bersama dengan anak-anakku. Setibanya di rumah sakit..maka dokterpun memeriksanya..dan hasilnya bahwa istri dan bayi kami sudah meninggal dunia… meninggalkan kami untuk selama-lamanya.Dalam hati aku bertanya…secepat inikah Dinda meninggalkan kami..Maka aku panggil kedua anakku Ubaid dan Syifa untuk mencium Ummi dan Adiknya yang masih dalam kandungan. 
 
Aku katakan…”Cium ummi dan adik nak..katakan selamat jalan Ummi..ubaid dan syifa sayang sama Ummi..kemudian mereka mencium perut umminya dan “selamat jalan adik..jaga ummi ya..”.Kami pun semua menangis melepas kepergiannya menghadap Robbul Alamin Selamat jalan..wahai Mujahidahku tersayang… Dinda memang terlahir untuk menjadi mujahidah…Allah telah membentuk dirimu untuk hidup tegar.
 
Sebagai anak semata wayang..Dinda pun harus kehilangan kedua orang tua saat usia remaja.Ketegaranmu terhadap agama Allah tidak menyurutkan niatmu untuk menjadi seorang Dokter.Bahkan setelah menyandang gelar dokter..perjuanganmu semakin besar untuk Islam. Selamat Jalan ..wahai Mujahidahku tersayang… Kepergianmu yang begitu cepat…seakan-akan menyadarkan semua orang bahwa memang ajal adalah sebuah misteri yang hanya Allah yang mengetahui.
 
Semuanya adalah titipan dari-Nya yang setiap saat Dia berhak untuk mengambilnya dangan caraNya yang Maha Bijaksana.Walaupun terasa begitu pahit…tapi aku yakin..bahwa inilah yang Terbaik yang Allah berikan kepada kami. Selamat Jalan ..wahai Mujahidahku tersayang… Kami relakan kepergianmu untuk bertemu dengan Allah…Dia begitu sayang kepada Ummi dan adik.Dan inilah saatnya Allah mengajarkan kepada kami tentang makna kesabaran dan keridhoan.Abi faham..untuk menjadi single parent tidaklah mudah…tapi inilah episode kehidupan yang harus Abi lewati..Allah telah mengambil Ummi dan Adik..tetapi masih menyisakan Ubaid dan Syifa yang juga merupakan amanah dari-Nya.
 
Semoga Abi diberikan kekuatan dan kesabaran untuk mendidik mereka menjadi mujahid dan mujahidah seperti Abi dan Umminya atau bahkan lebih baik…Aminnn Ya Hayyu ya Qoyyuum… Selamat Jalan..wahai Mujahidahku tersayang… Semoga kepergianmu dan anak kita tercinta..merupakan tanda-tanda kebaikan husnul khotimah..Dinda pergi tanpa menyusahkan kami dan bertepatan dengan hari Jum’at.Dinda lebih tahu dari kami semua…karena Dinda sendiri yang merasakannya..bahkan mungkin saat ini Dinda sedang bermain-main dengan si kecil disana.
 
Semoga Allah melapangkan kubur Dinda dan menjadikaannya sebagai taman syurga.Selesai sudah tugas Dinda untuk menemani kami di dunia..kami akan sangat merindukanmu… Selamat Jalan …..wahai Mujahidahku tersayang… Yaa Allah….dariMu semua kebahagian dan duka ini…semua peristiwa adalah cara Engkau berbicara dan menyapa kami.
Kami yakin bahwa semua yang engkau takdirkan adalah yang TERBAIK .Engkau Maha Bijaksana untuk menguji hamba-hamba-Mu.. 
Sahabatku. Tulisan tangan dokter ini, membuat kami semakin sadar bahwa mencintai itu persoalan bagaimana kita mampu menjadi orang terbaik, di saat orang lain meragukan kemampuan kita, di saat kita ditinggal orang yang kita cintai, mencitai itu bagaimana seorang mampu memaknai sisa-sisa kenangan yang terindah yang pernah tercipta bersama orang yang kita cintai. Bukan malah menyalahkan, takdir yang tidak bersahabat dengan kita, bukan malah menyalahkan ketidakadilan tuhan pada kita. Atau dengan kepasrahan nyata, anda mengatakan cinta tak harus memiliki. 
 
Percayalah! Hakekat cinta itu memiliki, kalau anda tidak siap memiliki cinta berarti diri anda sendiri tidak mampu memberi kesempatan orang lain untuk mencintai anda. Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada dokter ini. Makanya, kisah saya abdikan dalam buku saya. 
 
Info terakhir yang kami dapat mengenai dokter ini, sampai sekarang beliau belum menikah. Disamping kesibukannya di rumah sakit. Beliau juga tetap setia menjaga dua buah hati hasil dari benih cintanya. 

Sumber: http://aa-bisnisonline287.blogspot.com