Senin, 03 Maret 2014

Ada Jin Yang Punya Twitter dan Bisa Meramal

(c) twitter.com/s_2017_s
Beberapa hari ini ada berita yang cukup menggemparkan. Sebuah akun Twitter bernama @s_2017_s mengaku sebagai jin dan saat berita ini ditulis sudah memiliki lebih dari 190.000 followers. Dalam sudut pandang agama Islam, jin adalah salah satu makhluk gaib yang keberadaannya kasat mata dan tersembunyi. Kehadiran akun Twitter ini jelas membuat geger.

Dengan tulisan Ana Jini Haqiqi (Saya Adalah Jin Asli) pada profile, jelas mengundang banyak reaksi. Akun yang mengaku sebagai jin ini selalu berkicau dengan tweet yang memakai bahasa Arab gundul dan bahasa Inggris. Namun, beberapa waktu ini, akun @s_2017_s menggunakan bahasa Indonesia. Inilah tweet yang pernah dia tulis:

"Kepada semua manusia, saya adalah jin pertama yang menggunakan Twitter. Beberapa orang mungkin berpikir saya bohong dan saya adalah manusia. Sebenarnya saya adalah jin asli dan nyata, Anda akan melihat keajaiban masa depan di dalam akun Twitter saya,"

Gambar profile (c) twitter.com
Berita yang disampaikan Daily Ajel menjelaskan bahwa seseorang yang penasaran berusaha menghubungi @s_2017_s dengan nama samaran, untuk memeriksa apakah pemilik akun ini adalah manusia atau siapa. Yang mengejutkan, pemilik akun @s_2017_s tahu semua informasi pribadi orang tersebut, mulai nama asli dan tempat tinggal lengkap.

Beberapa waktu lalu, @s_2017_s bahkan meletakkan sebuah foto dengan tulisan berbahasa Indonesia:

Di bagian bawah tanah ini ada setengah harta dunia. Jutaan gram emas. Pemilik meninggal 1.500 tahun yang lalu.

Belum diketahui lokasi foto tanah dan rumput tersebut. Fenomena ini cukup menarik, karena @s_2017_s baru berkicau 337 kali tetapi pengikutnya sudah hampir 200.000.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber: vemale.com


Cerita Puasa Ramadan di Finlandia

Bulan Ramadan selalu penuh dengan cerita. Setiap negara memiliki ceritanya sendiri-sendiri dengan segala tantangannya. Ada negara yang puasanya kurang dari 12 jam, ada negara yang muslimnya minoritas jadi suasana Ramadan tidak terasa sama sekali. Bagaimana dengan negara-negara yang berada jauh dari Mekkah, seperti Finlandia? Apakah ada cerita menarik seputar menjalankan puasa Ramadan di sana?

Finlandia, terletak di Eropa bagian utara dan sudah dekat dengan kutub. Semakin jauh dari garis khatulistiwa, maka matahari terbit dan tenggelamnya pun sudah beda. Di Finlandia, matahari bisa terbit pukul 03.30 dini hari dan baru tenggelam menjelang tengah malam sekitar pukul 23.30. Hal ini berarti durasi puasa di sana hampir satu hari penuh atau 20 jam lebih. Kita yang biasanya puasa 12-14jam saja tentu berpikir bagaimana ya bila harus berpuasa selama itu?

Salah satu kota di Finlandia, puasanya total 20 jam perhari. Kota itu bernama Rovaniemi yang terletak 66 derajat di Lingkaran Arktik. Di sana ada sekitar 100 orang muslim dan beberapa dari mereka berpuasa sekitar 12-15jam per hari. Namun ada yang benar-benar puasa 20 jam per hari. Mereka mengatakan bahwa itu adalah salah satu ujian dari Allah SWT dan mereka berusaha untuk melaluinya.

Selain puasa selama itu, mereka juga kadang kesulitan mendapatkan makanan halal. Muslim di Finlandia jumlahnya sangat sedikit sehingga hampir tidak ada toko yang mengkhususkan diri menjual makanan dan bahan memasak yang halal. Terkadang mereka harus menyembelih ayam atau menangkap ikan sendiri bila kesulitan mendapatkan daging sapi yang dipotong dengan cara yang halal. Namun bagi mereka, bulan Ramadan adalah berkah yang selalu ditunggu kedatangannya. Karena mereka percaya, nikmat Ramadan melampaui durasi puasa yang 20 jam lamanya.

Sumber: vemale.com

Kisah Kebaikan Hati: Pria Rela Donorkan Sumsumnya Untuk Orang Tak Dikenal

Photo copyright Shanghaiist.com
Pernah berpikir kalau Anda akan mendonorkan bagian tubuh Anda pada orang yang tak Anda kenal? Mungkin Anda akan pikir-pikir hingga puluhan kali untuk melakukannya.

Sementara itu di China, seseorang pria rela menyiapkan dirinya untuk menjadi donor sumsum bagi orang lain. Hal tersebut termasuk kemauan Pan Weizhong, pria berhati emas itu, untuk meninggalkan rokok, minuman keras dan diet hingga turun 22 kg demi menyumbangkan sumsumnya.

Pan Weizhong yang bekerja di bidang petrokimia, dengan senang hati menyiapkan diri setelah ia mendapatkan telepon dari Palang Merah yang mengatakan bahwa darah Pan cocok dengan seorang pasien yang saat ini sedang sakit, Han Guilin.

Dengan mantap Pan mengiyakan bahwa dia bersedia menyumbang sumsum miliknya. Demi hal tersebut, Pan mengatakan bahwa dirinya menggalakkan gaya makan yang lebih sehat, menolak ajakan jajan hingga berhenti minum dan merokok.

Akhirnya setelah bertekad kuat, Pan berhasil turun 22 kg dari berat sebelumnya dan akhirnya berhasil menyumbangkan sumsumnya pada Han. Sementara itu Han Guilin yang tinggal berjauhan dengan Pan, merasa tersentuh dan tak tahu bagaimana harus berterima kasih karena Pan telah menyelamatkan jiwanya.

"Aku mungkin tak akan lama di dunia ini tanpa bantuan orang-orang. Keinginan terbesarku adalah bisa menemui orang yang menyumbangkan sumsumnya untukku suatu saat nanti," kata Han penuh harap dan keharuan.

Han dan Pan tak bisa bertemu karena ketentuan donor organ tubuh menjaga kerahasiaan penerima dan pemberi organ. Han sangat berterima kasih pada pendonornya, sementara Pan merasakan kepuasan tersendiri ketika dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Ladies, kebaikan sekecil apapun, tak akan ternilai maknanya ketika datang pada saat dan orang yang tepat. Jangan ragu melakukan kebaikan yang tulus karena sangat besar makna bantuan Anda bagi orang di sisi lain dunia saat ini.

Sumber: vemale.com

Fakta dari 5 Ramalan Kiamat 2012 Oleh Suku Maya

Pada Jumat, 21 Desember, beberapa orang mengatakan bahwa kiamat yang diramalkan suku Maya akan tiba dan dunia bakal berakhir. Kabar baik, kiamat tersebut tampaknya tidak akan terjadi.


Badan antariksa NASA mengeluarkan siaran pers tertanggal 22 Desember yang berjudul “Kenapa Dunia Tidak Berakhir Kemarin”.

Ramalan mengenai kiamat suku Maya muncul dari sebuah kesalahpahaman tentang kalender perhitungan panjang Maya kuno, yang mengakhiri siklus 400 tahun yang disebut b'ak'tun pada 21 Desember, 2012, yang merupakan hari titik balik matahari pada musim dingin.

Perhitungan itu kebetulan saja merupakan b'ak'tun ke-13 dalam kalender, yang merupakan patokan suku Maya yang dianggap sebagai siklus penuh penciptaan alam semesta.

Apakah Anda paham? Siklus. Dengan kata lain, suku Maya memiliki pandangan siklus untuk waktu dan tidak akan melihat akhir dari siklus kalender tersebut sebagai akhir dunia.

Sebenarnya perkiraan tersebut tidak akan muncul sampai bangsa Barat mulai menafsirkan ulang kalender dalam beberapa dekade terakhir — bahwa kalender tersebut mengisyaratkan tanda-tanda kiamat.

Rumor kiamat suku Maya menjamur di internet, mulai dari keyakinan bahwa 21 Desember akan membawa era baru pemahaman perdamaian dan pemahaman universal hingga prediksi peristiwa astronomi yang menghancurkan alam semesta. Kita semua mendukung perdamaian dunia, tapi kami di sini ingin membuat rasa takut Anda hilang, terkait kemungkinan hancurnya Bumi.

Berikut lima kekhawatiran ramalan kiamat suku Maya yang umum dan mengapa ramalan itu tidak akan terjadi:

Prediksi 1: Matahari akan membunuh kita semua
Orang-orang yang meyakini kiamat suku Maya mulai mengada-ada tentang fakta bahwa matahari sedang memasuki fase aktivitas maksimum. Matahari berputar melalui periode tenang dan kegiatan yang memuncak kira-kira setiap 11 tahun — periode aktif ditandai dengan peningkatan badai matahari dan lidah api.

Beberapa lidah api memang bisa memengaruhi Bumi. Ketika matahari melepaskan partikel elektromagnetik sedemikian rupa, hal tersebut dapat berinteraksi dengan atmosfer kita. Badai matahari dapat mengganggu telekomunikasi, meskipun itu sebenarnya dapat dihindari. Partikel-partikel tersebut juga bisa menyebabkan fenomena aurora, cahaya yang ada di belahan Bumi utara dan selatan.

Prediksi badai matahari yang akan terjadi pada 21 Desember dan akan menghancurkan planet ini tidak didasarkan pada kenyataan, seperti yang dinyatakan para ilmuwan NASA. Puncak matahari ini adalah salah satu yang “paling lemah” dalam sejarah, ujar Lika Guhathakurta, ilmuwan NASA, yang berbicara dalam panel online mengenai kiamat suku Maya pada 28 November. Dengan kata lain, para peneliti tidak melihat alasan untuk memprediksi bahwa badai matahari mampu menghancurkan peradaban kita.

Prediksi 2: Kutub magnet Bumi akan terbalik
Apa hubungannya kiamat suku Maya dan elektromagnetisme? Rumor itu menyatakan, Kutub Utara dan Selatan akan tiba-tiba bertukar posisi pada 21 Desember.

Kenyataannya adalah bahwa kutub tidaklah benar-benar berpindah posisi seperti kedengarannya: terkadang medan magnet Bumi memang berubah posisi, namun hal itu tidak akan terjadi hanya dalam waktu satu hari. Kutub berubah dalam waktu ratusan ribu tahun, ungkap NASA. Perubahan dari kutub magnet dapat menyebabkan sedikit peningkatan radiasi kosmik, namun perubahan sebelumnya tidak mengganggu kehidupan di Bumi seperti yang terlihat dalam catatan fosil.

Memprediksi perubahan kutub magnetik juga sulit. Perubahan terakhir terjadi sekitar 780.000 tahun yang lalu, oleh karena itu perubahan lain baru mungkin terjadi dalam beberapa ribu tahun berikutnya. Namun, telah ada setidaknya satu periode saat kutub magnet tetap berada pada posisinya selama 30 juta tahun.

Prediksi 3: Planet X akan bertabrakan dengan Bumi
Planet X, kadang-kadang dikenal dengan nama Nibiru, sebenarnya tidak ada. Namun demikian, beberapa orang yang berteori tentang kiamat telah meramalkan bahwa pada 21 Desember "planet asing" itu akan bertabrakan dengan Bumi, dan memusnahkan semua makhluk hidup.

Rumor Planet X dimulai pada 1976, ketika mendiang penulis Zecharia Sitchin mengklaim telah menerjemahkan teks bangsa Sumeria yang menemukan kembali planet Nibiru yang hilang, yang diduga mengorbit matahari sekali setiap 3.600 tahun — ini menjelaskan mengapa manusia dan teleskop modern tidak pernah melihat planet tetangga itu.

Pada 2003, orang yang mengaku sebagai peramal dan penghubung alien, Lieder Nancy, memperingatkan bahwa planet tersebut akan bertabrakan dengan Bumi. Bila itu tidak terjadi, maka tahun kejadian tersebut berubah menjadi 2012, bertepatan dengan mitos kiamat suku Maya.

Tentu saja, seharusnya sebuah planet yang berada pada jalur tabrakan dengan Bumi dalam beberapa hari saja, dapat sangat terlihat dengan mata telanjang. Bahkan, Nibiru seharusnya muncul sama terangnya dengan Mars di langit malam pada April 2012, jika ramalan itu benar. Mengingat NASA memiliki kemampuan untuk melihat ke luar angkasa, sebuah planet terdekat menuju Bumi tidak akan lolos dari deteksi mereka.

"Kami seharusnya sudah melihat planet itu beberapa tahun lalu," kata Don Yeomans, manajer Near-Earth Object NASA di Pasadena, California.

Prediksi 4: Planet-planet akan sejajar
Ketakutan lain adalah planet-planet akan sejajar pada 21 Desember, entah bagaimana kejadian itu bisa memengaruhi planet kita. Teori yang satu ini sangat mudah untuk dibantah. Berikut penjelasan NASA:

"Tidak ada kesejajaran planet dalam beberapa dekade mendatang," seperti yang diungkapkan situs lembaga antariksa itu pada 2012. "Bahkan bila kesejajaran tersebut benar-benar terjadi, tidak akan ada efek yang berarti pada Bumi."
Sebelumnya memang ada kejajaran planet pada 1962, 1982 dan 2000, seperti yang diungkapkan NASA, dan kita semua toh masih hidup.

Prediksi 5: Bumi akan gelap total
Rumor ini, beredar lewat email sampah, klaim yang menyebutkan bahwa NASA memprediksi bahwa Bumi akan mengalami kegelapan total antara 23 Desember dan 25 Desember. Itu benar-benar merusak keceriaan di hari Natal!

Beberapa email mengklaim, situasi tersebut akan terjadi sebagai akibat dari matahari dan Bumi yang sejajar untuk pertama kalinya, sementara pihak lain mendasarkannya pada kisah liar bahwa Bumi memasuki "sebuah sabuk tidak bergerak" yang disebut sabuk Photonic. Apapun dugaan penyebab terjadinya fenomena gelap total pada Bumi, hal itu sama sekali tidak akan terjadi, ungkap NASA.

"Tidak ada kesejajaran seperti itu," tulis pejabat di badan antariksa tersebut. Jadi masih percaya dengan ramalan kiamat suku maya sobat :)

Sumber: apasih.com

Detik-Detik Wafatnya Ibunda Nabi Isa as

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ketahuilah bahwa semua manusia, kelak pasti akan mengalami mati. Akan mengalami kehidupan di alam Barzakh.
Begitu pula dengan Maryam, ibu dari Nabi Isa as.
Di alam kubur, Maryam mendapatkan tempat yang nyaman.

Kisahnya

 

Nabi Isa as ini pernah merasakan kehilangan yang sangat luar biasa.
Bagaimana tidak, pada saat ibunda tercintanya meninggal, Nabi Isa as tidak berada di sisinya.

Maryam menghembuskan nafas terakhirnya di atas sebuah gunung.
Pada saat itu, Nabi Isa as merasakan kehampaan yang luar biasa. Sosok ibu yang sangat beliau sayangi dan selalu menjadi teman curhatnya telah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.

Begitu sedihnya Nabi Isa as, hingga saat dirinya turun gunung untuk meminta bantuan kaum Bani Israil untuk mengurus jenazah ibunya, tapi tak seorang pun dari mereka yang bersedia membantu.
Nabi Isa as pun kembali naik ke atas gunung dimana jenazah ibunya berada.

Maryam Dimandikan Bidadari

 

Gelisah dan gelisah yang Nabi Isa as rasakan.
Namun tak lama setelah itu, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail agar tutun ke bumi dengan membawa serta bidadari untuk mengurus jenazah ibunda Nabi Isa as.

Setelah bertemu dengan para malaikat dan para bidadari, Nabi Isa as pun segera meminta pertolongan untuk memakamkan jenazah ibunya.
Saat itu, Malaikat Jibril berhadapan dengan Nabi Isa as dan berkata,
"Aku ini sebenarnya adalah Malaikat Mikail dan sahabatku ini adalah Malaikat Jibril. Aku sudah membawakan obat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu dan para bidadari cantik jelita sekarang sedang turun dari surga untuk memandikan dan mengkafani ibumu."

Begitu mendengar penuturan Malaikat Mikail tersebut, Nabi Isa as pun sangat bahagia.
Tak lama kemudian, Malaikat Jibril menggali kubur di atas gunung untuk makam Ibunda Nabi Isa as.

Ketika para bidadari telah sampai di bumi, mereka langsung memandikan dan mengkafani jenazah Maryam.
Setelah itu, jenazah Maryam dishalatkan kemudian dikuburkan.

Nabi Isa as pun berdoa kepada Allah SWT,
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau mendengar kata-kataku dan tidak sedikitpun urusanku yang tersenbunyi dari-Mu. Ibuku kini telah meninggal, sedangkan aku tidak menyaksikan sendiri ketika dia wafat. Olah karena itu, izinkanlah dia (Maryam) berkata sesuatu kepadaku."

Maryam Bahagia Dalam Kubur

 

Tak lama setelah Ibunda Nabi Isa as dimakamkan, Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Aku telah memberi izin kepadanya."

Mendengar Firman Allah SWT tersebut, Nabi Isa as pun langsung pergi ke makam ibunya.
Setelah sampai di makam, Nabi Isa as berkata,
"Assalamuualaiki ya ibu, bagaimanakah dengan tempat pembaringanmu dan tempat kembalimu dan bagaiman pula kedatangan Tuhanmu?"

Betapa Sakitnya Saat nyawa Dicabut

 

Maryam berkata,
"Tempat pembaringanku dan tempat kembaliku adalah sebaik-baik tempat, sedangkan aku menghadap kepada Tuhanku, aku tahu bahwa Dia telah menerimaku dengan rela."
"Wahai ibu, bagaimanakah rasa sakitnya mati?" tanya Nabi Isa as.

"Demi Allah SWT yang telah mengutusmu sebagai nabi dengan sebenar-benarnya, belum hilang rasa pedihnya mati aku rasakan hingga sekarang. Demikian pula rupa Malaikat Maut yang belum hilang dari pandangan mataku. Alaikassalam, wahai kasih sayangku sampai hari kiamat," jawab Maryam yang mengakhiri percakapannya.

Nabi Isa as pun merasa lega karena ibundanya telah mendapatkan nikmatnya kubur.

Nabi Isa pada detik-detik terakhir meninggalnya Maryam, beliau turun gunung untuk mencari kayu bakar dan makanan yang digunakan untuk berbuka puasa nantinya.
Dalam riwayat lain, dijelaskan bahwa Maryam meminta penundaan untuk mati sampai kembalinya Nabi Isa as. namun permintaan tersebut ditolak dengan tegas oleh Malaikat Maut.

Ibunda Maryam meninggal pada saat sedang menunaikan shalat, dikira Nabi Isa as, ibunya tengah menjalankan shalat hingga Nabi Isa pun turut juga melaksanakan shalat hingga pagi menjelang.
Setelah pagi inilah Nabi Isa as baru sadar, bahwa ibunya telah berpulang ke Rahmatullah.
Subhanallah....

Wassalamu'alaikum wr. wrb.

Sumber: kisahislamiah.blogspot.com

Cerpen Karya Asma Nadia - Mengayam Kesabaran

Cerpen islami karya Asma Nadia memang sudah tidak usah diragukan lagi, dia adalah penulis muda berbakat dari indonesia pendiri forum lingkar pena. Kita simak saja yuuk ceritanya.

"Kriiinnnggg!" Jam wekker di samping kepalaku berbunyi nyaring. Reflek kugerakkan tanganku memencet tombolnya. Hmmm, jam 4.45. Kulihat Aa sudah tidak ada di sampingku, aku bergerak menyalakan heater dan bergerak menuju ruang sebelah. Di sana kulihat Aa tertidur dengan pulasnya. Dengan jaket tebal dan sarungnya. Posisinya melingkar membuat tubuh Aa yang jangkung tampak mengecil. Aku tersenyum. Rupanya Aa shalat malam tanpa membangunkan aku.Terlihat terjemahan Al quran yg masih terbuka di samping kepala Aa. Kututup perlahan terjemahan itu. Kuberjongkok di samping tubuh Aa, tersenyum memandangi wajah Aa yang terlihat damai sekali. "A..Aa..!" Kuguncang-guncang bahu Aa pelan. Aa menggeliat sebentar. Tapi seakan tidak peduli malah membalikkan posisi tubuhnya membelakangiku. Kuulang hal yang sama. Aa belum mau bangun juga. Kalau sudah begini, cuma ada satu cara yang ampuh. Usapan air! Aku bergegas menuju dapur dan memutar kran lalu mencuci tanganku. Siraman air dingin membuat sel-sel sarafku bereaksi seketika. Rasa kantuk yang masih tersisa lenyap dibuatnya. Kuusapkan tanganku yang dingin pada wajah Aa. Suamiku terbangun seketika dan menatapku dengan wajah bangun tidurnya yang lucu. "Assalamu'alaikum! Sudah mau jam 5..."kataku memandang Aa sambil menahan tawa. Aa bangkit dari tidurnya. "Hmm..,"gumamnya masih ogah-ogahan. "Dede wudhu dulu..awas jangan ketiduran lagi!"ancamku sambil beranjak ke kamar mandi.
Subuh itu seperti biasa kami selesai shalat berjamaah kami lewati dengan tilawah Al Quran dan doa Matsurat. Dan seperti biasanya tilawah Aa lebih panjang dari pada lama tilawahku. Aku beranjak menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi dan mencuci pakaian. Ketika aku memasukkan baju-baju kotor ke mesin cuci, ku dengar suara Aa. "De..! Sudah nggak papa perutnya..? Katanya mulas habis dari Rumah sakit kemarin.." "Nggak, udah nggak papa, kok, "sahutku.
 
Kemarin memang hari di mana aku harus pergi ke ahli kandungan untuk memeriksakan diri secara rutin tiap bulan. Sebelum memasukkan alat itu ke dalam tubuhku, dokter wanita yang ramah itu mengingatkanku, bahwa pengobatan seperti ini memang menyakitkan. Jadi aku bisa menolaknya kalau tidak tahan. Tapi kupikir-pikir toh sama saja sakit sekarang atau nanti. Maka kubilang pada dokter tersebut. "iie. Daijoubu desu. Yatte kudasai, onegaishimasu.(tidak apa-apa. Tolong laksanakan saja...)" Dokter Abe tertawa. "Gaman site, ne...(bersabar ya, kalau sakit..)" Dan benar saja. Perutku terasa diperas-peras, kepalaku gelap. Aku hampir terjatuh ketika bangkit dari tempat tidur. "Sebentar akan saya telfonkan taksi untuk mengantar anda pulang ke rumah!" Kata dokter Abe bergegas keluar. Aku berterimakasih padanya sambil menahan rasa mual yang tidak dapat kuceritakan rasanya. 
Sampai di rumah aku tak kuat bangun lagi. Sehabis Ashar aku tak sempat lagi membuat makan malam buat Aa. Ketika Aa pulang, dan mendapatkanku sedang tidur Aa sendiri yang memasak makan malam. Alhamdulillah, Aa memang mengerti keadaanku, walaupun sebenarnya tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Tapi beliau tidak marah karena tidak ditemuinya makan malam di meja makan, malah beliau berinisiatif sendiri untuk memasaknya. Ya Allah terimakasih karena telah Kau berikan seorang suami seperti Aa, kataku bersyuku dalam hati. 
"Hei! Kok, bengong !" Aa mencolek bahuku. Aku terkejut, agak malu tertangkap basah dalam keadaan bengong. "Masak apa, De..? Mi goreng sajalah ya. Kan mi goreng buatan Aa jaminan mutu.." Aa bergerak menuju wastafel dapur dan mulai membuka-buka kulkas. Aku mengangguk saja. Mi goreng adalah masakan kebisaan Aa. Dan harus diakui kadang-kadang rasanya jauh lebih enak dari buatanku. Pagi itu kami sarapan pagi dengan mi goreng dan sup miso ala Aa. Sedap karena Aa menambah rasanya dengan keikhlasan... Dan seperti biasa kami berpisah di dekat stasiun. Aku ke kiri menuju kampusku yang telah berdiri di sana, sedang Aa ke kanan, ke arah stasiun karena Aa harus ke kampus dengan kereta listrik. "Nggak papa, De..? Kuat kuliah..?"tanya Aa lagi sebelum berpisah. "Insya Allah nggak papa...Lagian cuma sebentar hari ini, seminar saja. Kan giliran Dede yang harus presentasi.."jawabku berusaha menghilangkan kekhawatiran Aa. "Yah, sudah kalau nggak papa. Hati-hati, ya..Assalamu'alaikum!" Aku mencium tangan Aa dan membalas salamnya. Kutunggu sampai tubuh jangkung Aa hilang di pintu stasiun.

Aku dan Aa berselisih dua tahun. Kami menikah ketika aku tahun ketiga, dan Aa sedang dalam proses menyelesaikan skripsinya. Kami berada di fakultas yang sama, FMIPA, walau berbeda jurusan. Aku kimia, sedang Aa fisika. Alhamdulillah, Allah menjawab doa-doa kami, dengan memberikan cinta dan kasih sayangNya pada hati-hati kami. Walau kami tidak berpacaran seperti yang biasa dilakukan orang-orang pada umunya, ternyata kami bisa cocok dan saling memahami hingga usia perkawinan kami menjelang tahun ke enam sekarang, tak ada percecokan yang sampai mengguncang bahtera yang kami layari. Kalaupun ada mungkin keinginan kami untuk mempunyai anak.Tidak, itu tak pernah mengguncangkan bahtera. Bahkan boleh dibilang memperkuat ikatan tali hati kami. Ketika setelah dua tahun menikah Allah belum juga mempercayakan amanah itu pada kami, aku sendiri masih tenang-tenang saja. Aku memang tidak mempunyai siklus bulanan yang teratur sebagaimana wanita normal. Tetapi melihat keturunan dari ibu dan bapak, keluargaku termasuk"subur". Demikian pula Aa. Sampai akhir nya Aa pergi belajar ke Jepang ditugaskan lembaga yang selama ini memberi Aa beasiswa, dan aku menyusulnya satu tahun kemudian untuk menemani Aa setelah skripsiku yang sedikit berlarut-larut karena aku harus membagi waktuku sebagai seorang istri dan mahasiswi, selesai disidangkan.
 
Atas keinginanku yang disetujui oleh Aa, akhirnya kami berdua berkonsultasi pada dokter ahli kandungan yangsekarang ini. Kebetulan dan alhamdulillah sekali beliau perempuan.. Dan setelah diteliti, ternyata benar dugaanku. Aa normal, akulah yang sakit. Sehingga sejak satu setengah tahun lalu aku berobat secara intensif. Walaupun belum tampak hasilnya hingga kini. Namun atas dorongan semangat Aa, aku bisa terus sabar berusaha hingga kini. Dan aku tahu, Aa juga menunjangnya dengan doa-doa di sujudnya yang lama setelah shalat, sebagaimana yang juga aku lakukan. ****

Kesepian menunggu datangnya amanah itu bukannya tak pernah kami rasakan, khususnya aku. Tanpa aku katakan pada Aa apa yang aku rasakan, Aa seakan mengerti. Sehingga ketika hari tahun ajaran baru universitas dimulai, Aa menyarankan agar aku melanjutkan sekolah saja. Di rumah sendiri bukannya tak ada pekerjaan. Pekerjaan menterjemahkan secara bebas artikel-artikel bahasa Inggris dan kukirim ke redaksi-redaksi majalah, adalah pekerjaan yang sudah kumulai sejak aku masuk universitas. Lalu kursus Bahasa Arab gratis dengan beberapa teman, ibu-ibu dari Mesir seminggu sekali. Dan pelajaran bahasa Jepang secara autodidak yang aku lakukan melalui TV dan majalah berbahasa Inggris-Jepang. Belum lagi pekerjaan rumah tangga, yang walaupun sebagian besar serba otomatis tetapi membutuhkan kesabaran untuk melawan kebosanan itu, juga menunggu. Tetapi waktuku yang banyak sendirian di rumah kadang-kadang membuat aku tak kuat melawan sepi. Dan Aa mengerti benar kecenderunganku tersebut.

Dan akhirnya aku memilih masuk fakultas pendidikan, dan mengambil spesialisai psikologi pendidikan. Karena aku melihat Jepang mapan dalam pendidikan dasarnya. Sedari dulu aku tergelitik untuk mengetahui "resep"nya. Tanpa pikir dua kali aku menyambut saran Aa. Dan jadilah setahun yang lalu aku mahasiswi graduate di universitas yang sama dengan tempat Aa sekarang. Walaupun satu universitas tempat kami berjauhan. Dan kami memutuskan untuk pindah ke tempat yang sekarang.

Hari-hari hanya berdua saja dengan Aa dari sisi lain kurasakan juga sebagai anugerah Allah pada kami. Karena belum disibukkan oleh anak, membuat aku lebih punya banyak waktu memperhatikan Aa, berdiskusi banyak hal dengan Aa, dan lain-lain yang kurasakan sangat mendekatkan aku dengan Aa. Jalan-jalan pagi atau sore sepanjang sungai kerap kami lakukan. Dan ketika kami bertemu dengan pasangan suami istri yang berjalan-jalan bersama buah hati mereka, tanpa sadar mata-mata kami memandang pada si kecil yang yang memandangiku dengan lucunya. Dan seperti biasa, kalau tidak aku atau Aa akan berguman. "lucunya.." "A, nanti anak kita lucu atau nggak, ya..?" Atau: "De, mudah-mudahan anak kita juga lucunya kayak gitu.."Yang kuaminkan dalam diam. Dan biasanya kami akan saling memandang dan tersenyum bersama. Walau bagaimanapun kami merindukan kehadiran amanah itu, ya Allah..
 
Dan tibalah keajaiban itu, tepat empat bulan setelah itu, hawa dingin sisa-sisa musim dingin masih tertinggal. Bulan Februari akhir, beberapa hari sebelum Ramadhan. Aku menemui Dokter Abe seperti biasa. Kali ini sambil membawa buku catatan suhuku yang kuukur setiap hari. Ada debar-debar harap karena kulihat grafik suhu tersebut tidak menurun. Tapi aku tak mau terlalu berharap. Karena takut kecewa yang berlebihan, jika bukan berita baik yang kudapat. Dan dengan perasaan sedikit tak tenang kutunggu hasil pemeriksaan urine. Dan kudengar namaku dipanggil. "Aya-san!" Kudapati dokter Abe dengan ekpresi ramah seperti biasa. "Duduklah,"katanya. Aku duduk dihadapannya sambil harap-harap cemas. Dan.."Omedetou gozaimasu..!(selamat..)" aku mendengar kata-kata itu dengan kelegaan yang luar biasa, tetapi juga diiringi dengan tangis haruku yang naik ke kerongkongan."Positif..,"kata dokter Abe melanjutkan. Alhamdulillah, Alhamdulillahrabbil'alamin..Subhanallah...Ya Allah, Maha Besar Engkau yang telah mengabulkan permintaan dan usaha hamba-hambaNya. Aku bertasbih dan bertahmid dalam hati, air mata bahagia yang kurasakan hangat keluar tanpa mampu kutahan lagi. Dokter Abe memandangku dengan senyumnya, dan aku tahu dimatanya yang tersembunyi oleh kacamata itu ku dapati juga kaca-kaca. "Domou arigatou gozaimasu.."kataku berterimakasih padaNya. Dia menggeleng. "Bukan saya yang membuatnya demikian, tetapi Kamisama(Tuhan) lah yang memberikannya. Bukan begitu Aya-san?" Aku mengangguk. Alhamdulillah, Segala puji bagi Engkau...  
 
Sesampainya di rumah, aku seperti mempunyai tambahan energi baru. Aku masak soto ayam kesukaan Aa, kali ini tanpa pelit dengan daun sereh dan daun jeruk, biar sedikit istimewa. Juga acar, sambel kecap, serta perkedel jagung. Ketika dering telpon berbunyi, aku segera berlari mengangkatnya. Pasti itu Aa. Benar saja...Sehabis menjawab salam Aa, tanpa memberi kesempatan Aa berbicara aku berkata:"A, cepet pulang!..."

Dan hari-hari selanjutnya kurasakan lebih bergairah lagi. Walau janin di perutku baru dua bulan, tapi aku yakin dia sudah merasakan apa yang aku rasakan. Buku-buku tentang pendidikan janin dalam rahim, cara merawat bayi,sampai majalah tentang permasalahan bayi, yang dulu sempat kuletakkan jauh-jauh dari penglijatanku kupindahkan dekat rak buku-buku kuliahku. Uang tabungan yang kusisihkan dari uang belanja kubelikan walkman. Juga tak lupa aku rajin menggaris-garis buku pedoman pendidikan anak dalam Islam dan kuingat-ingat bagian yang pentingnya. Kini hari-hari ku tak pernah kulewatkan tanpa walkman yang memutar ayat-ayat Al-quran. Juga hari-hari di rumah aku lewatkan dengan "mengobrol" dengan janinku. Sampai Aa iri, karena aku bisa merasakan kehadiransi kecil lewat tubuhku, sedang Aa tidak. Alhamdulillah, aku tidak banyak mengidam dan merasakan mual. Padahal aku khawatir juga, karena sampai sekarang aku masih kuliah seperti biasa. Hanya saja waktu membacaku kuhabiskan sebagian besar di rumah, bukan di perpustakaan seperti biasanya. Karena di rumah aku lebih punya waktu dan lebih bebas "bicara" dengan si kecil.
 
Sampai saat itu...
Kali itu pemeriksaan kandunganku yang keenam. Menurut hitungan dia sudah 10 pekan usianya. Hari itu kuajak Aa juga. Karena kata Dokter Abe kandungan ku mungkin sudah bisa dideteksi oleh USG, maka beliau mengundang Aa juga untuk ikut menyaksikannya. Akan tetapi, takdir Allah menentukan lain... "Aya -san, terakhir memeriksakan kandungan tiga minggu yang lalu, ya..?" Dokter Abe bertanya memastikan setelah selesai memeriksaku. "Iya, sensei.."Aku mulai merasakan hal yang tidak enak menjalari hatiku. "Heemm, bisa tolong panggil suami anda..?"

Dan aku berusaha tabah ketika mendengar penjelasan itu. Janinku tidak berkembang! Penyebabnya sendiri belum diketahui secara persis. Karena pada pemeriksaan terakhir dia masih "hidup". Aku harus mengeluarkannya agar tidak meracuni rahimku.Aa menggegam tanganku erat. Kurasakan tubuhku bergetar menahan tangis. Ya Allah. Kutunggu kedatangannya selama 5 tahun lebih.Mengapa dia Kau panggil tanpa sempat kulihat wajah lucunya? Kenapa Kau panggil dia tanpa sempat aku rasakan lembut kulitnya, indah bening matanya, dan tangisan rewelnya. Aa menggegam tanganku lebih erat lagisambil berucap pelan, "Istighfar, Dede..Istighfar.."Ya, seakan mengerti apa yang bergalau di hatiku.

Aku beristighfar dalam hati mencoba menghilangkan rasa penyesalanku atas taqdir Allah. Tidak, aku tidak boleh menyalahkan Allah atas cobaanNya, seru sebuah bagian hatiku. Tetapi kenapa Dia panggil anakku yang sudah begitu lama kunantikan, tanpa memberiku kesempatan untuk jangankan membelainya, bahkan merasakannya untuk lebih lama berdiam dalam perutku? Seru bagian hatiku yang lain. Ya Allah, ampuni aku. Ya Allah, ampuni aku.Akhirnya bagian hatiku yang bersih menyapu bagian hatiku yang kotor. Dan kutemukan diriku dalam keadaan tenang kembali. Ku dengar Aa berucap pelan "Innalillaahi wa inna ilaihi Raaji'uun.." Dan dengan tenang menandatangani formulir operasi buatku.
 
Empat hari aku di rumah sakit. Aku tak merasakan perubahan yang berarti pada tubuhku. Tapi tidak demikian pada hatiku. Aku merasakan kesendirian ketika kusadari "anakku" tak ada lagi dalam diriku. Aa sendiri tak banyak berbicara tentang masalah itu. Aa tampak berusaha bersikap biasa. Namun aku tahu Aa menanggung kesedihan yang sama seperti yang kurasakan.

Maghrib itu kami berjamaah seperti biasa. Yang tidak biasa hanyalah itu pertama kali kami shalat berjamaahan sejak aku mengungsi di rumah sakit. Pada rakaat yang kedua Aa membaca surat Al Baqoroh dari ayat 153. Dan suara Aa bergetar ketika mencapai: .... Walanabluwannakum bisyayi im minal khaufi wal juu'i wanaqshim minal amwaali wal anfusi watstsamaraat. Wabasyiri shabiriin Alladziina idzaa ashabathum mushibah, qoluu inna lillaahi wa inna ilaihi raji'uun.Ulaika alaihim shalawaatum mir rabbihim warahmah. Wa ulaaika humul muhtadun... ...

(... Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada mu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa mushibah mereka berucap: Innalillaahi wainna ilaihi raaji'unn. mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari RabbNya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ...)

Aku terisak di belakang Aa, mendengar teguran Allah yang lembut itu. Betapaku rasakan Allah langsung menegur sekaligus menghiburku lewat ayat-ayat tersebut. Selesai shalat, seperti biasanya Aa shalat rawatib ba'da maghrib , lalu berdzikir sebentar. Tak lama kemudian membalikkan badannya ke arahku. Aku menatap Aa. Kutemui mata yang cekung dan kurang tidur, karena beberapa hari ini Aa harus menjalani hidup antara rumah, rumah sakit, dan kampus. Kucium punggung tangan Aa seperti biasanya. Aa tersenyum bijak dan mengelus kepalaku dengan tangan kirinya. "Innallaaha ma'ashshabiriin, De.."katanya serak. Aa bukanlah tipe orang yang mudah mengekspresikan emosinya lewat titik air mata. Tapi kali ini, kulihat mata cekung Aa dipenuhi oleh kaca-kaca. Aku mengangguk pelan. Kurasakan mataku memanas lagi, dan kurasakan pandanganku kabur karena genangan air mata. Aa tak melepaskan genggaman tanganku, digenggamnya erat-erat seolah ingin berbagi kekuatan dengan ku.

Ya Allah, jika Engkau masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang Engkau berkati dan rahmati karena kesabaran kami menanggung cobaan, cobaan yang tidak seberat yang dialami saudara-saudara seiman kami yang harus hidup dalam ketakutan, kehilangan harta, bahkan nyawa dalam mempertahankan tanah air Islam, maka bimbinglah kami terus untuk dapat terus menganyam benang-benang kesabaran kami, agar menjadi kuat dan kokh sehingga mampu menanggung cobaan yang lebih berat lagi.(is95)

************

Keterangan: Aa * bahasa sunda artinya sama dengan panggilan Mas(untuk orang Jawa), atau Abang (untuk orang Betawi) Dede * bahasa Sunda, artinya sama dengan adi, jeng (atau apalah panggilan sayang buat istri) Miso * semacam tauco Indonesia terbuat dari beras, kedelai, dan garam Domou arigatou gozaimasu: terimakasih banyak .....san: cara orang Jepang memanggil lawan bicaranya. 
  
Sumber: unosites.blogspot.com
 
 


 
 

Cinta = Air Mata (Cerita Pendek)

Selamat _______________________ (isi sesuai dengan keadaan saat Anda membaca cerpen ini, pagi, siang, sore, malam, subuh, whatever)
Apa kabar? Semoga baik, sehat dan selalu berada dalam tatapan yang sempurna. Aminnnnn..
Hari ini, dalam membuka pintu dunia yang sepertinya telah tertutup oleh jutaan mata yang sedang merasakan ke-GALAU-an. Aku akan menceritakan sebuah cerita (lumayan) pendek, sumpah! benar-benar pendek, ciyuusss.... Ingat! Setiap ada kalimat yang berada di dalam kurung => (___) berarti itu adalah kalimat lansung dari pengarang. Tunggu! Sudah pada tahu kan siapa pengarangnya? Jelas, pengarangnya adalah orang sudah dari tulisannya Anda baca :-D Orang yang insya Allah ganteng, cakep, tampan, beribawa, pintar, baik, soleh, rajin menabung dan tidak sombong (GubrakKKK).

Tanpa basa-basi lagi , sebelum pembacanya melarikan diri dan belum sempat membaca CERPEN ini, lansung saja kita pesan KTP, ehhh. maksudnya ke TKP. Let's go to story.....
Uuuppps,,,,, tunggu dulu! (apa lagi sih?) Cerpen ini adalah cerita billingual, jadi ada dua bahasa. Buat kalian yang kurang mengerti silahkan konsultasi lansung sama ABAH GOOGLE. Thanks..

Cinta = Air Mata

Kisah ini berawal dari seorang pasangan yang sedang memadu kasih (tenang! madunya masih madu asli). Sebut saja mereka adalah Rara dan Gilang (maaf,nama tidak disamarkan). Rara adalah gadis paling baik (semoga saja) tapi juga punya tipu muslihat yang super canggih, lebih canggih dari IPAD, I-PHONE atau saudara-saudaranya yang lain. Sedangkan Gilang adalah cowok tampan dan super tajir alias pengusaha paling kaya di kota itu (maaf, kota tidak disebutkan karena memungkinkan Anda untuk tertarik mengunjunginya) tapi dia juga agak bodoh, bahkan bodoh banget tapi super setia.

Rara dan Gilang sedang bercumbu mesra di sebuah taman bunga yang pasti banyak bunganya. Di tengah kemesraan mereka, tiba-tiba seorang bule yang kurang jelas keberadaanya itu datang dengan muka merah memanas. Gilang yang sementara sedang memegang tangan Rara dengan penuh kasih ditambah cuka dan diuleti dengansedikit bumbu pelengkap (loh, kok jadi kayak mau masak?). Bule itu lantas datang memisahkan mereka berdua.

"Woy, who are you? Why do you hold my girlfriend?" kata bule itu dengan logat Amerika-nya masih kental sambil melepaskan tangan Gilang yang tertempel rapi di atas tangan Rara.
"I don't know" balas Gilang yang sok mengerti perkataan bule itu."Sayang, siapa dia? datang ngga jelas lansung memisahkan kita. Lalu apalagi yang dikatakannya?" lanjut Gilang sembari bertanya kepada Rara.
"Tenang sayang, dia itu klien saya (tuh kan, bohong!)" Jawab Rara dengan lumayan penuh meyakinkan kata-katanya.

Saat itu, Gilang ingin mengurus bule itu dengan menghajarnya tapi karena tiba-tiba telponnya berdering dengan kencang yang hingga terdengar sampai bumi bagian selatan (wajar, telpon mahal kayaknya). Telpon itu berasal dari salah satu teman bisnisnya. Karena penting jadi dia harus datang untuk menemuinya.

"Sayang, nanti saya jelaskan semuanya. Cepat pergi, nanti teman kamu marah lagi" tangkas Rara.

Gilang pun meninggalkan Rara bersama bule yang diakui sebagai klien Rara. (Tenang pemirsa, ini masih awal belum klimaks, jadi ngga usah lebay).
Sementara Gilang pergi bertemu dengan teman bisnisnya. Rara dan bule itu melakukan aksinya (yuhuuu! asyik). Mereka berpegang erat dengan penuh kemesraan. Lagi rayu merayu bak pangeran dan cinderela yang kehabisan bensin ditengah jalan (ngga nyambung, tapi tak apalah..).

Di waktu yang sama, Gilang kemudian bertemu dengan teman bisnisnya yang ternyata merupakan seorang perempuan (tenang pemirsa, ngga usah kesal dulu.Gilang itu setia kok'). Perempuan itu sangat ganjeng, berusaha menarik perhatian mulus Gilang. Dia melakukan hal demikian karena tertarik dengan lagu Justin Bieber dan suka menyanyikan lagunya (ngga nyambung? memang). Maksudnya, dia tertarik dengan sesuatu yang ada di saku Gilang,sesuatu yang menumpuk dan "uncountable" (tidak mengerti kata itu,cari Abah Google :-P). Perempuan yang diketahui bernama Sonya itu berjuang dengan keras mendapatkan hati Gilang. Ia bahkan membanting tulang, habis itu membanting jantung. Namun, karena kesetiaan Gilang pada Rara yang sudah tidakmampu diungkapkan dengan kata-kata yang bermakna akhirnya membuat ia tidaksedikitpun berpaling dari Rara. Ia pun tidak segang-segang menolak kerja sama dengan Sonya yang padahal itu adalah kerja sama terbesarnya yang dapat membuat perusahaanya semakin maju (Gila pemirsa,Gilang itu super setia banget. Jadi malu aku sebagai pengarang. Maaf sedikit curhat!). Kerja samanya dengan Sonya pun ia batalkan karena menolak permintaan Sonya untuk menjadi dambatan hatinya.
Di tempat yang berbeda, Rara dan bule itu masih saja bermesraan. Mereka saling berpegang tangan dengan mesra bak pangeran dan permaisuri yang kehabisan bensin di tengah jalan (ngga nymabung,tapi tak apalah). Kemesraan mereka tak terlampau lama karena Rara harus meninggalkan bule itu lagi dengan alasan kantor.
“I’m sorry honey, I have to go right now! Because I have a job in my office.”  Ucap Rara menjelaskan maksud kepergiaannya.
“Never mind. Just call me later. This night!” Jawab bule itu sambil melempar senyum manisnya yang sebenarnya dari tadi asin itu.
Rara pun meninggalkan bule itu bersama yang diakui sebagai super pribadinya menuju ke kantor yang dimaksud (Tunggu dulu, pasti pemirsa bertanya-tanya, siapa sih nama bule itu? Baiklah, namanya Alexandro).

Supir pribadi yang dimaksud Rara ternyata merupakan korban selingkuhan (lain) darinya. Jadi, kalau disimpulkan dia bukan supir pribadi melainkanseorang pacar (gaswat! Playgirl bener!).
“Bubuh (nama panggilan sayang), siapa sih bule itu? Cipika-cipiki gitu. Aku kan cemburu!” Tanya selingkuhan Rara yang diakui sebagai supir pribadi dan namanya adalah Verik.
“Boboh (nama panggilan sayang juga), dia itu teman kerja aku kok. Wajar kali kalau bule itu cipika cipiki. Tidak usah marah gitu. Tenang, cuma kamu kok di hati aku.” Jelas Rara dengan perasaan yang sedikit grogi.

***

Malam akhirnya tiba,bulan yang sebelumnya bersembunyi dan sengaja menenggelamkan diri bermaksud menghargai matahari dalam menyinari dunia telah muncul bersama bintang yangbertebaran. Di rumah Gilang, ayah dan ibu Gilang, biar lebih mudah kita sebutsaja kedua orang Gilang memanggil anak tunggalnya (ayo tebak, siapa anak tunggalnya? Kalau tidak tau Anda tidak bolehmelanjutkan membaca) Pastinya Gilang. Mereka berkumpul di ruang keluargasedang rapat penting dalam membincangkan hal penting demi masa depan Gilang.Ternyata kedua orang tua Gilang telah menjodohkannya dengan sesosok perempuanyang menurut mereka tepat untuk Gilang. Perempuan yang cantik, sederajat aliassuper kaya, berasal dari kalangan bangsawan tentunya. Dengan tegas dan lantangGilang kemudian menolak perjodohan itu karena kesetiaannya pada Rara (sabar pemirsa, kita patut menghargaikesetiaan Gilang, dia itu tidak bodoh tapi bodoh banget).

“Pak, mak ,aku sangattidak setuju untuk dijodohin, ini sudah bukan jaman Siti Jubaidah kali. Akuudah nemuin cewek yang menurut aku paling cocok dan pantas buat aku nikahin.Dia itu Rara, anak tetangga jalan sebelah. Dia itu memang tidak kaya, tapi diacantik, anggun, super baik dan kalau melihatnya selalu mau muntah. Tapi ituyang membuat aku makin tertarik sama dia.” Jelas Gilang menolak dengan kerasbahkan lebih keras dari bongkahan batu yang baru di masak bibi tadi pagi.
Meski Gilang menolak,kedua orang tuanya masih bersih tegang untuk menjodohkan. Tapi karena Gilangtelah memiliki tekad yang baja atas kesetiaannya pada Rara, ia pun tidak kukuhuntuk menolak perjodohan itu. Kedua orang tua Gilang yang melihat kekuatan hatiGilang yang tak mudah ditaklukkan kemudian berkata bahwa jika Gilang tidaksetuju maka ia harus pergi dari rumah dan melepaskan semua barang-barang mewahpemberian orang tuanya. Tanpa pikir panjang. Gilang menyetujuinya dan ia relamelepaskan semua kehidupan mewahnya demi gadis yang dicintainya, Rara (sumpah, bodoh bener yah pemirsa).

Gilang pun keluar darirumahnya, melepaskan semuanya tapi tidak termasuk pakaiannya karena itu tidakboleh dilakukan (iih, pikirannya kotor!).Gilang dengan tetesan air mata yang mengambang kesana kemari menuju ke tempatRara. Sampainya tempat Rara, ia kemudian melihat lagi bule itu (udah tau kan namanya siapa?).

“Hi bro! What are youdoing here? Don’t you see this is my girlfriend’s place. Btw, why do you cry?”Kata bule itu dengan masih menggunakan logat Amerika yang kental sekental gula (perasaan gula tidak kental deh, nggapenting. Lanjutkan).
Gilang yang masihterlihat tegar, berusaha menyembunyikan air mata kepedihannya dan tanpameperdulikan bule itu. Rara yang saat itu ada di dalam rumah kemudian keluar.Ia melihat Gilang dengan wajah sedih melutut (kasiaaannnn).
“Sayang, apa yangterjadi? Kenapa wajahmu begitu terlihat sedih?” tanya Rara kepada Gilang dandengan jelas saat itu dia berada di dekat selingkuhan bule tapi karena tidakmengerti. Jadi tidak menjadi masalah.
“Kedua orang tuakumenjodohkan aku dengan wanita lain, tapi aku tolak dan aku memilih kamu.  Namun, yang jadi masalah dia mengusir aku dansekarang aku jadi miskin tanpa kemewahan lagi.” jelas Gilang.

Mendengar penjelasanGilang, tiba-tiba Rara berkata bahwa itu adalah urusan Gilang dan sama sekalibukan urusannya. Dia sama sekali tidak peduli dengan masalah Gilang. Bahkan disaat itu juga dengan jelas yang menjelaskan bahwa bule itu adalah pacar dia.Dia memutuskan Gilang dengan sepihak karena alasan Gilang tidak keren lagi (cewek stres, betul-betul tidak punya hati,tapi tenang pemirsa ngga usah ikut emosi).

Disaat itu juga Gilang kemudian tambah histeris bahkan hampir pinsang dibuatnya. Dia tidak sadar bahwa selama ini dia hanya dijadikan mainan oleh Rara. Dia benar-benar kecewa. Rara dan bule itu pun masuk dalam rumah meninggalkan Gilang terpaku rapat di atas rumput menangis histeris. (cengeng amat).

Dalam waktu yang hampir bersamaan. Verik datang juga di tempat Rara. Dengan bingung Veri melihat Gilang menangis histeris di depan tempat Rara. Tapi ia mengabaikannya karena menganggap Gilang sebagai orang gila.

Verik pun menuju ke depan pintu tempat Rara, mengetok sebentar karena lama tidak dibuka ia kemudian menggedor-gedor pintu hingga seperti seorang maling kemalaman. Rara berdua dengan Si bule kemudian tampak di balik pintu itu, berpelukan erat. Verik dengan wajah geram memerah, panas membara ditabur bedak merica dan diaduk rata hingga mendidih (tuh kan, masak lagi).

"Bubuh? Apa yang kamu lakukan dengan bule ini? Hey, who are you? Why do you come here?" Tanya geram Verik kepada Rara dan Alexandro.
"I'm her boyfriend and who are you?" tangkas Alexandro marah.
"What? Bubuh, inikah yang kau namakan teman kerja itu? kita putus. And for you. she is my girlfriend also but now we are break." ucap Verik kemudian pergi meninggalkan Rara dan bule itu.
"Is it right? Honey, i want to break up now!, good bye!" Kata Alexandro dengan penuh kemarahan dan lanjut menampar pipi Rara yang katanya halus itu. Kemudian bule itu juga pergi.

Rara yang ditinggalkan dua cowok sekaligus karena kebodohannya sendiri. Kemudian ia masuk ke dalam kamar dan menangis dengan histeris. Sementara itu, Gilang masih saja menangis histeris.

_____________Selesai______________

Sumber: justangzealotous.blogspot.com