Minggu, 20 April 2014

BIDADARI YANG TERLUKA

Genderang perang di pukul lagi, Kaum musyrikin masih terus memusuhi umat islam. Kali ini, aku berlaga di medan Perang Uhud. Bukan main suaraku nyaring sekali. Aku bangga bisa mendampingi Rasulullah membela kaum Muslimin. Manusia nomor satu itu menggenggamku dengan gagah berani.

“Hei, Kirga! Coba lihat!” aku berteriak kepada Kirga sahabatku. Kirga menoleh ke arah yang kutunjuk. Disana ada seorang perempuan. Perempuan itu begitu gigih membantu para pejuang, Dia membawakan air dan mengobati para pejuang.
“Siapakah Perempuan itu, Kunda?” Tanya Kirga.
“Entahlah,” Jawabku.

Aku dan Kirga melanjutkan pekerjaan kami. Ya, aku dan Kirga adalah sebilah Pedang. Kami bersama kawan-kawan yang lain bertugas membantu Rasulullah melawan orang kafir.
Aku beradu dengan pedang musuh, Aku selalu  mengikuti ayunan tangan Rasulullah. Kulirik Kirga dia berada dalam genggaman sahabat Rasulullah, Dia juga mengikuti liukan-liukan tangan sahabat rasulullah itu.

Alhamdulillah sebentar lagi umat Islam akan menang. Tak lama kemudian Rasulullah memberikan aba-aba, Beliau membari tahu taktik selanjutnya.
Oh, Umat islam terlalu senang karena hampir mencapai kemenangan. Ini membuat pasukan Islam lengah dan itu membuat kaum musyrikin menang. Aku menangis tersedu-sedu, Aku sedih, sahabatku Kirga juga sedih, Pasukan Islam lari pontang panting.

“Rasulullah, izinkan aku ikut melawan musuh-musuhmu!” Teriak seorang perempuan.
Kulihat Rasulullah mengangguk. Aku menoleh, Subhanallah! Perempuan yang tadinya membantu mengobati luka-luka para pejuang, kini ikut bertempur!
“Kirga, lihatlah perempuan itu, Dia ternyata pan...,” Belum selesai aku bicara, Tiba-tiba ada yang mengangkat tubuhku.
Oh, Perempuan itu menggenggamku! Dia cekatan sekali memainkan diriku, ternyata dia pandai memainkan pedang!

“Nasibah, Hati-hati banyak musuh mengintai!” Teriak Rasulullah. Oh, Aku baru tahu kalo nama perempuan ini adalah Nasibah. Dia kelihatan begitu semangat membela agamanya. Semua musuh dilawannya. Mereka di ajak bertarung hingga titik darah penghabisan.

“DUUHH” Tiba-tiba Nasibah tertunduk, Aku terlempar dari tangannya. Oh, Ya Allah......Perempuan hebat itu terluka! Darah mengalir dari tangannya, Beberapa pejuang membawa ke luar arena perang.

Aku memejamkan mata memohon kepada Allah. Ya Allah, Selamatkan bidadari itu, izinkan dia hidup lebih lama. Aku ingin terus bersamanya membela Agama-Mu, Ya Allah!
Alhamdulillah Allah mengabulkan Doaku, Nasibah masih terus bersamaku membela agama islam dalam perang Al-Aqabah, Hudaybiyah, Khaibar, dan Hunain.


Aku Bangga Kepada perempuan itu karena dia gigih berjuang, Aku yakin, Allah telah menjanjikan surga untuknya. Perempuan itu adalah sang Bidadari yang dulu pernah terluka.
 
Sumber: kisahteladan.com

1 komentar:

  1. http://jutawandomino206.blogspot.com/2017/06/sebut-rizieq-shihab-ulama-porno-di.html

    http://detik206.blogspot.com/2017/06/polisi-tak-kunjung-tangkap-pelaku-teror.html

    http://marimenujudomino206.blogspot.com/2017/06/sri-bintang-interpol-tolak-bantu-polisi.html

    http://beritadomino2o6.blogspot.com/2017/06/habib-rizieq-dikabarkan-pulang-12-juni.html


    HALLO TEMAN-TEMAN DAFTARKAN SEGERA DIDOMINO206.COM JUDI ONLINE TEPERCAYA & AMAN 100% !

    SANGAT MUDAH MERAIH KEMENANGAN TUNGGU APALAGI AYO BURUAN DAFTARKAN:)

    UNTUK PIN BBM KAMI : 2BE3D683

    BalasHapus